5 Juta Orang Tinggalkan Wuhan Sebelum Karantina Corona, Pergi ke Mana?

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 28 Januari 2020 18:01
5 Juta Orang Tinggalkan Wuhan Sebelum Karantina Corona, Pergi ke Mana?
Pemerintah China memperpanjang masa Libur Tahun Baru Imlek.

Dream - Sebanyak lima juta orang dikabarkan meninggalkan Kota Wuhan, China, sebelum masa karantina virus Corona diberlakukan di kota itu. Pernyataan itu dikeluarkan Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang pada Minggu, 26 Januari 2020.

Dilaporkan South China Morning Post, saat kota itu dikarantina ada sekitar 9 juta orang yang berada di kota. 

Pemerintah China mulai mengisolasi kota Wuhan dan beberapa kota lain pada Kamis, 23 Januari 2020. Proses karantina itu diharapkan dapat menghentikan penyebaran virus ke daerah lain di China.

Tetapi, dilaporkan banyak warga yang sudah meninggalkan kota untuk liburan Tahun Baru Imlek. Sementara yang lain bergegas keluar dari Wuhan setelah adanya pengumuman karantina pada Rabu malam.

Dewan Negara China telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 2 Februari untuk mengekang penyebaran virus.

Liburan itu, yang semula seharusnya berlangsung hingga 30 Januari, adalah festival paling penting di negara itu. Biasanya liburan itu dimanfaatkan para pekerja migran untuk mudik ke kampung halamannya.

 

1 dari 6 halaman

Virus Menular Pada Massa Inkubasi

Suzhou merupakan kota pertama yang mengumumkan masa perpanjangan libur tahun baru. Dia mengatakan, para pekerja di perusahaan-perusahaan dalam yurisdiksinya harus kembali bekerja tidak lebih awal dari 8 Februari 2020.

Dewan Negara juga mengatakan bahwa taman kanak-kanak, sekolah dasar dan menengah, dan perguruan tinggi akan ditangguhkan sampai pemberitahuan lebih lanjut dari kementerian pendidikan.

Ma Xiaowei, penanggung jawab Komisi Kesehatan Nasional China (NHC), mengakui sulitnya memerangi wabah itu. Terutama karena telah ditemukan bahwa virus Corona Wuhan dapat ditularkan selama periode inkubasi 1 hingga 14 hari, yang tidak terjadi pada SARS, sindrom pernapasan akut parah).

" Dari pengamatan, virus ini mampu menular bahkan selama periode inkubasi," kata Ma.

2 dari 6 halaman

Menkes: Kami Akan Jujur Beri Informasi Soal Virus Corona

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto memastikan hingga saat ini belum ada pasien di Indonesia yang terbukti terjangkit virus corona.

" Memang sampai detik ini belum ada yang positif dan kita berdoa jangan sampai ada yang positif," ujar Terawan di Kemenko PMK, Jakarta, Selasa, 28 Januari 2020.

Terawan mengatakan, pemerintah Indonesia tidak akan menutup-nutupi informasi apabila ada penyebaran virus corona di Indonesia.

" Kami akan jujur menginformasikan apa yang terjadi dan dari hasil pemeriksan yang ada," ucap dia.

 

3 dari 6 halaman

Dokter Sudah Jalankan Standar Operasional

Saat ini, tim dokter sudah menjalankan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengindentifikasi gejala virus corona.

Menurutnya, pasien yang saat ini sedang menjalani suspect corona di rumah sakit di Indonesia merupakan bentuk kesiagaan pemerintah.

" SOP yang dijalankan sudah sesuai, sehingga bahkan baru merasa saja semua sudah diperiksa dengan detail dan terus dilakukan pemantauan. Bahkan ada yang dilakukan isolasi untuk menjaga demi tidak adanya wabah," kata dia.

Terawan mengatakan, 135 pintu masuk yang berada di bandara dan pelabuhan internasional juga sudah dijaga ketata oleh petugas. Alat pendeteksi suhu tubuh juga sudah dipasang.

4 dari 6 halaman

174 Turis WN China Datangi Sumbar, Menkes Kirim Tim

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto mengirim stafnya untuk memeriksa langsung kondisi kesehatan turis China yang sedang berkunjung ke Sumatera Barat (Sumbar).

" Dua staf saya sudah ke sana mengecek untuk memberikan (edukasi) kepada masyarakat, bahwa yang datang tidak pasti (menderita) suatu penyakit. Tidak," ujar Terawan di kantornya, Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.

Kedatangan staf Kemenkes untuk memeriksa kondisi petugas yang berada di bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk turis asing.

" Maka dari itu Kemenkes datang untuk mengecek men-support bagaimana pintu-pintu gerbang dijaga dengan baik," ucap dia.

Terawan meminta masyarakat untuk tidak khawatir secara berlebihan. Terawan meminta masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh.

" Khawatir itu tergantung berita. Saya kita perlu melihat bersama-sama secara rasional," ucap dia.

Datangnya turis China menjadi viral di media sosial. Pasalnya, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyambut langsung kedatangannya. Warganet pun mengkritik penyambutan yang dilakukan Irwan.

5 dari 6 halaman

Terima 174 Turis Tiongkok, Gubernur Sumbar Dihujat Warganet

Dream – Belum lama ini, Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno, menjadi buah bibir warganet. Irwan dihujat warganet setelah menerima kunjungan 174 turis asal Tiongkok.

Dikutip dari Liputan6.com yang melansir Antara, Minggu 26 Januari 2020, para turis ini berasal dari Kunning, Tiongkok. Mereka tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman pada Minggu pagi pukul 06.36 WIB.

Para turis ini akan berwisata selama lima hari di Sumatera Barat. Kedatangan ini disambut oleh Irwan didampingi Sekretaris Daerah Sumbar, Alwis, dan pemangku kepentingan setempat.

Setibanya di bandara usai melewati pemeriksaan imigrasi dan suhu tubuh menggunakan thermal scaner, rombongan itu disambut Tari Tradisiona Pasambahan dan hiburan musik khas Minang, Talempong, di pintu kedatangan internasional.

PT Marawa Corporate bekerja sama dengan Cocos Tour selaku biro perjalanan yang mendatangkan wisatawan China ke Sumbar memastikan mereka yang berkunjung tidak terjangkit virus corona.

Pimpinan PT Marawa Corporate, Darmawi, mengatakan seluruh WNA China berangkat dari Bandara Kunming di Provinsi Yunan yang berada di kawasan pegunungan, Mereka terbang langsung ke Bandara Minangkabau dalam waktu empat jam perjalanan.

Menurut dia, letak Kunming jauh dari Wuhan dan terpisah jarak sekitar 19 jam perjalanan. Sebelum berangkat ke Sumbar, para turis ini harus melalui pemeriksaan di Bandara Kunming.

Ia menerangkan hingga saat ini, Bandara Kunming masih membuka penerbangan luar negeri, artinya lokasi itu tidak terpapar virus corona. Selain itu, pihak otoritas bandara di sana melakukan pemeriksaan kesehatan dengan alat pemindai suhu dan pemeriksaan.

Sesampai di Padang, rombongan akan dibawa ke Kota Pariaman untuk menikmati indahnya Pantai Gondoriah. Selain itu juga mengunjungi Sekolah Tinggi Beruk dan Museum Tabuik.

Setelah itu rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kota Bukittinggi dan singgah di Lembah Anai. Di kota tersebut akan mengunjungi Ngarai Sianok, Lubang Jepang dan Jam Gadang.

Kemudian bertolak ke Batusangkar mengunjungi Istana Basa Pagaruyung dan akan disuguhkan tari piring dan menonton aksi pacu jawi.

Setelah itu, wisatawan melanjutkan perjalanan ke Kota Padang melalui Danau Singkarak serta menikmati keindahan alam danau tersebut. Sesampai di Padang, keesokan harinya mereka bertolak ke kawasan Mandeh, Pulau Cubadak untuk menikmati keindahan bahari.

Usai dari Pulau Cubadak, mereka akan menggunakan Kapal Pinisi menuju Pulau Pasumpahan dan Swarnadipa. Lalu pada hari keempat akan berjalan-jalan di Kota Padang mengunjungi kawasan pondok, Masjid Raya Sumbar dan Pantai Air Manis.

Dijadwalkan para turis tersebut akan bertolak ke China pada Jumat, 31 Januari 2020.

6 dari 6 halaman

Gubernur Sumber: Tidak Boleh Tolak Tamu Datang

Irwan mengatakan pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendatangkan wisatawan asing ke Sumbar. Terkait adanya kekhawatiran virus corona yang sedang mewabah, dia memastikan semua rombongan sudah mendapatkan visa yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri.

" Jadi tidak boleh menolak orang datang kalau syaratnya lengkap, selain itu juga sudah dilakukan antisipasi dengan melakukan pemeriksaan ketat," kata dia.

Alwis menambahkan Sumbar punya kepentingan terhadap pariwisata sebagai sarana meningkatkan pendapatan daerah. Sehingga tidak ada alasan menolak sepanjang sesuai prosedur.

Ia memastikan sudah ada jaminan dari petugas kesehatan, mereka yang datang sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Novrial, menyampaikan direncanakan ada dua pesawat sewaan dengan jadwal terbang dua kali sebulan untuk mendatangkan wisatawan asal China.

Ia menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Sumbar per tahun sebanyak 57 ribu orang. Dengan adanya penambahan ini bisa bertambah 4.200 orang per tahun.

Selain itu, ia menyampaikan manfaat secara ekonomi cukup bagus karena lama masa tinggal wisatawan China mencapai lima hari empat malam berbeda dengan wisatawan asing negara lain.

Kemudian angka rata-rata uang uang dibelanjakan wisatawan asing mencapai Rp11 juta dan wisatawan lokal Rp 600 ribu per hari.

Akun Medsos Irwan Dihujat Warganet

 

Karena penyambutan ini, akun media sosial Irwan Prayitno, @irwanprayitno, menjadi sasaran empuk hujatan warganet. Netizen beramai-ramai “ berkunjung” ke akun Irwan dan menyampaikan uneg-unegnya. Ada yang menyebut, Irwan terlalu santuy dengan isu virus corona.

Komentar ini dilayangkan di unggahan kehadiran Irwan dalam resepsi salah satu petinggi polisi.

akun medsos Irwan Prayitno dibully warganet© Akun Instagram @irwanprayitno

“ Paris yang canggih sebisa kecolongan apolagi padang yang ndak maju ko bamasuakan cino. Ndak tabayang dek apak tu?” tulis @lalacallist.

“ Santuynya kebablasan nih orang,” tulis @lintanggrhmdn.

“ Pak? Wah ga habis pikir lagi pak, kacau,” tulis @danangstyr.

“ Yang penting uang masuk ya Pak. Virus nya ngikut mah belakangan ya Pak,” tulis @artifisialitas.

Beri Komentar