Batan Deteksi Zat Radioaktif Muncul di Tanah Kosong Perumahan di Tangerang

Reporter : Maulana Kautsar
Sabtu, 15 Februari 2020 16:00
Batan Deteksi Zat Radioaktif Muncul di Tanah Kosong Perumahan di Tangerang
Air tanah disebut dalam kondisi normal.

Dream - Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyeterilkan sebidang tanah di RT 17/04 Perumahan Batan Indah, Setu, Kota Tangerang Selatan. Di daerah tersebut, tim menemukan kandungan zat radioaktif di areal tanah kosong di tengah pemukiman warga.

Kasus ini awalnya ditemukan oleh petugas Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) pada akhir Januari 2020.

" Uji fungsi itu memang rutin digelar untuk mengetahui kadar normal atau tidaknya radioaktif di sekitaran Batan. Pada akhir Januari lalu dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, daerah Muncul, Kampus ITI, Perumahan Batan Indah dan Stasiun KA Serpong," ujar Abdul Qohhar, Kabag Komunikasi Publik dan Protokol Bapetan, Jumat, 14 Februari 2020.

Abdul mengatakan, secara umum, nilai paparan radiasi lingkungan di daerah tersebut masih normal atau paparan latar. Tetapi, pada pemantauan di Perumahan Batan Indah ada kenaikan nilai paparan radiasi di area tanah kosong di samping lapangan voli Blok J.

" Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal," kata dia.

1 dari 5 halaman

Pernah Temukan Semburan Mengandung Radioaktif

Ada Radioaktif, Batan Sterilkan Tanah Kosong Perumahan Batan Indah© MEN

Agar tidak membuat masyarakat setempat resah, petugas Bapeten segera berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat. Selain itu petugas memasang garis kuning larangan melintas agar warga tidak terdampak radioaktif tersebut.

Awal Februari 2020 lalu, Bapeten menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif dan langsung diangkat. Abdul pun enggan menjelaskan serpihan apa yang dimaksud.

" Kalau untuk itu, kami belum bisa menginformasikan. Tapi yang pasti, setelah diangkat, dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan, namun masih di atas nilai normal," kata dia.

 

2 dari 5 halaman

Air Sumur Masih Aman

Saat ini, proses pembersihan masih terus dilakukan. Misalnya dengan cara pengambilan atau pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi.

Pengerukan tanah pun tetap dilakukan sampai kadar paparan radiasi berada di angka normal.

" Belum bisa dipastikan kapan selesai, pokoknya setiap hari diukur, kalau masih diatas normal terus dikeruk," kata dia.

Abdul memastikan untuk air bersih atau air tanah di wilayah tersebut dipastikan aman untuk dikonsumsi. " Hasil identifikasi yang kami peroleh, untuk air sumur aman dikonsumsi," ujar dia.

Sumber: Liputan6.com/Pramita Tristiawati

 

 

3 dari 5 halaman

Bocah 14 Tahun Bangun Reaktor Nuklir Sendiri

Dream - Bocah asal Memphis, Tennessee, Amerika Serikat, Jackson Oswalt, 14 tahun, berbeda dengan anak kebanyakan. Jika anak seusianya menghabiskan waktu dengan bermain video game atau melihat televisi, Oswalt punya kesibukan sendiri.

Kesibukannya bahkan melampaui usianya. Dia berhasil membangun reaktor nuklir mini yang diletakkan di ruang bermain di rumahnya.

Dikutip dari Science Alert, Oswalt dijuluki sebagai insinyur nuklir termuda. Dia mulai membangun reaktor nuklir mandirinya ketika berusia 12 tahun.

Selama setahun, Oswalt mematangkan risetnya. Pada 19 Januari 2018, beberapa jam saja sebelum ulang tahunnya ke-13, Oswalt melaporkan misinya telah tercapai.

Menggunakan listrik dengan daya 50 ribu volt, Oswalt mampu memadukan dua atom gas deuterium. Dia dilaporkan berhasil menggabungkan inti atom di reaktor plasmanya.

Kelompok penghobi nuklir, The Open Source Fusor Research Consortium, baru-baru menganugerahi Oswalt penghargaan.

Selain berhasil menciptakan reaktor, Oswalt juga menghasilkan plasma dari fusi nuklir. Kondisi ini membuat atom yang diproses tak hancur.

 

 

4 dari 5 halaman

Uji Coba Beberapa Bulan

Dia sempat melakukan sejumlah uji coba tingkat lanjut selama beberapa bulan. Hasil yang didapat membuat Oswalt semakin yakin dia berhasil memadukan inti atom.

" Bagi mereka yang tidak pernah melihat unggahan saya belakangan, ini akan menjadi kejutan besar, saya bahkan percaya saya telah mencapai tahap penggabungan," tulis Oswalt di laman forum Fusor.net.

" Namun, selama sebulan terakhir saya telah membuat banyak kemajuan dari perbaikan kebocoran besar di sistem saya. Saya tahu, saya telah memiliki jawaban yang saya yakini sangat layak," tulis dia melanjutkan.

 

 

 

5 dari 5 halaman

Habiskan Rp699 Juta Bangun Laboratorium

Remaja ceria ini telah mengubah ruang bermainnya dulu di rumah orangtuanya menjadi laboratorium nuklir. Dia menghabiskan biaya mencapai US$10 ribu, setara Rp699 juta.

" Proses dimulai dari hanya mempelajari apa yang sudah dihasilkan orang-orang dari reaktor fusi mereka," kata Oswelt.

Dia lalu mengumpulkan bagian yang diperlukan. Dia belanja bagian-bagian itu melalui e-commerce eBay.

" Seringkali bagian-bagian yang saya dapatkan dari eBay tidak sepenuhnya saya butuhkan, jadi saya harus memodifikasinya agar sesuai dengan apa yang saya butuhkan untuk projek saya," kata dia.

Meski demikian, para ilmuwan belum bisa yakin atas capaian Oswelt. Sehingga, hasil remaja ini belum dapat diverifikasi sebelum dipublikasikan dalam jurnal akademi. (ism)

Beri Komentar