Alasan Kenapa Tsunami Setengah Meter Tetap Harus Diwaspadai

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Jumat, 2 Agustus 2019 21:58
Alasan Kenapa Tsunami Setengah Meter Tetap Harus Diwaspadai
Sejumlah harus tetap waspada karena morfologi pantai.

Dream - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikora Karnawati menjelaskan alasan memberi peringatan meski potensi tsunami setinggi 0,5 meter.

" Kenapa ketinggian maskimal setengah meter tetap diberi peringatan dini karena pantai Indonesia morfologi beragam jadi pada teluk atau pantai tertentu bisa melompat ketinggian jadi beberapa meter," ujar Dwikorita, Jumat, 2 Agustus 2019.

Dwikorita mengatakan, ada beberapa wilayah yang berpotensi mengalami potensi pasca gempa yang berpusat di barat daya, Sumur, Banten.

" Daerah potensi tsunami yaitu bagian Pandeglang Selatan, ancaman siaga, ketinggian maksimal 3 meter. Pulau Panaitan, Lampung Barat, Pesisir Selatan," ujar dia.

 

1 dari 5 halaman

Tetap Memperhatikan Informasi

Selain itu, wilayah lain yang berada di Pandeglang bagian utara, Lebak, Banten juga berpotensi mengalami tsunami setinggi setengah meter.

Dwikora meminta masyarakat untuk tetap tenang ketika melakukan evakuasi dan tetap memperhatikan informasi yang berasal dari BMKG dan juga aparat terkait.

BMKG baru akan mengakhiri peringatan dini tsunami ini selama dua jam setelah ditetapkannya peringatan tersebut.

" SOP kita mewajibkan menunggu dua jam," kata dia.

2 dari 5 halaman

Gempa Magnitudo 7,4 Guncang Banten, Potensi Tsunami Maksimal Capai 3 Meter

Dream - Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo mengguncang sejumlah wilayah di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Lampung. Gempa tektonik tersebut berpusat di Samudera Hindia Selatan Jawa.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, menjelaskan gempa tersebut terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 kilometer.

Rahmat mengatakan, potensi gempa ini memiliki status ancaman siaga di Pandeglang Bagian Selatan. Ketinggian maksimal tsunami diperkirakan 3,0 meter.

Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman siaga. Ketinggian maksimal tsunami 3,0 meter. " Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman siaga, ketinggian maksimal 3,0 meter," ujar dia.

Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman waspada. Potensi ketinggian maksimal tsunami mencapai 0,5 meter.

Lebak dengan status ancaman waspada. Ketinggian maksimal 0,5 meter. 

" Kepada masyarakat di wilayah dengan status " siaga" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi," kata dia.

Sementara itu, untuk masyarakat di wilayah dengan status " waspada" diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai. 

" Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ujar dia.

3 dari 5 halaman

Lokasi Berpotensi Terdampak Sesuai Permodelan

Berdasarkan pemodelan sejumlah kota di Banten dan Lampung, Bengkulu, dan Sumatera berpotensi terdampak tsunami. Diantaranya,

- Pandeglang bagian selatan, Banten, siaga

- Pandeglang Pulau Panaitan, Banten, siaga

- Lampung barat pesisir selatan Lampung, siaga

- Pandeglang bagian utara, Banten, waspada

- Lebak, Banten, waspada

- Tanggamus Pulau Tabuan, Lampung, waspada

- Sukabumi Ujung Genteng, Jawa Barat, waspada

- Tanggamus bagian timur, Lampung, waspada

- Lampung Selatan, Kep Krakatau, Lampung, waspada

- Lampung Selatan, Kep Legundi, Lampung, waspada

- Lampung barat pesisir tengah, Lampung, waspada

- Lampung barat pesisir utara, Lampung, waspada

- Bengkulu utara Pulau Enggano, Bengkulu, waspada

- Kaur, Bengkulu, waspada

- Lampung selatan Kepulauan Sebuku, Lampung, waspada

- Bengkulu selatan, Bengkulu, waspada

- Serang bagian barat, Banten, waspada

- Seluma, Bengkulu, waspada.

4 dari 5 halaman

Jakarta Diguncang Gempa

Dream - Gempa magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Banten. Getaran gempa tersebut terasa keras hingga Jakarta.

Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 19.03 WIB, Jumat 2 Agustus 2019.

Pusat gempa berada berlokasi 147 kilometer arah barat daya Sumur, Banten.

Pusat gempa berada di 7.54 Lintang Selatan, 104,58 Bujur Timur, pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG mengeluarkan peringatan potensi tsunami. " Potensi tsunami untuk diteruskan kepada masyarakat," demikian bunyi peringatan BMKG melalui Twitter.

5 dari 5 halaman

Kepanikan Warga

Gempa trsebut membuat warga Jakarta panik. Banyak orang berhamburan dari gedung-gedung tempat mereka bekerja.

Getaran gempa terasa cukup lama di Tebet Barat, Jakarta Selatan. Sehingga banyak orang keluar rumah.

Beri Komentar