Anies Klaim Punya Data Lengkap Terapis Asing di Alexis

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 1 November 2017 11:58
Anies Klaim Punya Data Lengkap Terapis Asing di Alexis
Anies Baswedan mengklaim memiliki data lengkap identitas pekerja asing di hotel yang diduga menjadi tempat prostitusi itu.

Dream - Kasus penghentian izin usaha Hotel Alexis tengah menjadi sorotan publik tanah air. Pengelola Alexis, PT Grand Ancol Hotel pun telah memilih untuk menutup usahanya mulai Selasa kemarin, 31 Oktober 2017.

Terkait penghentian izin usaha Alexis ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun memberikan pernyataannya. Menurut Anies, pihaknya tidak memperpanjang izin usaha Alexis lantaran banyaknya pelanggaran yang dilakukan hotel tersebut.

Karena itu, Anies sebagai Gubernur DKI mengaku memiliki wewenang untuk menghentikan izin usaha hotel di bawah bendera Alexis Group itu, agar aturan di ibukota berjalan sesuai koridornya.

" Karena itu, kami mengambil kebijaksanaan tidak mengizinkan praktik hotel dan panti pijat. Jadi itu yang terjadi," kata Anies.

 

 

 

1 dari 3 halaman

Alexis Mempekerjakan Ratusan Terapis Asing

Anies pun menyebut jika Hotel Alexis di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara itu mempekerjakan warga negara asing (WNA) sebagai terapis atau tukang pijat.

Bahkan, ia mengklaim memiliki data lengkap identitas pekerja asing di hotel yang diduga menjadi tempat prostitusi itu.

" Kami sudah berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terkait. Jadi datanya ada, satu per satu. Namanya lengkap pun ada," ujar Anies.

Diungkapkan Anies, Hotel Alexis mempekerjakan 104 tenaga asing termasuk untuk griya pijatnya. Mereka berasal dari Tiongkok (36 orang), Thailand (57 orang), Uzbekistan (5 orang) dan Kazakstan (2 orang). (San)

(Sumber: Jpnn.com)

2 dari 3 halaman

Biaya untuk Menikmati 'Surga Dunia' Alexis

Dream - Sejumlah kalangan menganggap lantai 7 Hotel Alexis sebagai 'surga dunia' yang memberikan kenikmatan bagi para pengunjungnya. Untuk menikmatinya tentu tidak gratis. Ada harga yang harus dibayarkan.

Seorang staff Alexis yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, hanya untuk masuk ke lantai 7 saja pengunjung diharuskan membayar Rp150 ribu. Itupun belum bisa menikmati fasilitas lain.

" Kalau pijat (bayar jasa) Rp180 ribu," kata dia di Hotel Alexis, Jakarta Utara, Selasa 31 Oktober 2017.

Jika ingin menggunakan kamar sebagai tempat pijat, pengunjung juga dibebankan biaya sewa sebesar Rp400 ribu.

Bukan hanya itu, untuk minuman, Alexis mematok harga jauh dari harga normal yang ada di pasaran.

" Air mineral yang (di hotel lain) Rp7 ribu, di sini Rp40 ribu," ucap dia.

Terkait dengan adanya aturan kepada pengunjung harus menutup kamera handphonenya dengan stiker, itu sebagai bentuk menjaga kerahasiaan pengunjung yang lain.

" Tujuannya kami melindungi privasi ya. Tujuannya hanya itu, kami melindungi orang yang datang, tapi tak menutupi kegiatan," ucap dia.

Saat ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis dan Griya Pijat Alexis terhitung sejak Jumat, 27 Oktober 2017. Griya Pijat Alexis dinyatakan manajemen Alexis telah tutup mulai Selasa, 31 Oktober 2017.

Sebelumnya, Legal and Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita membantah tudingan negatif tentang bisnis yang dijalankan di Hotel Alexis maupun tempat pijatnya. " Perlu diketahui bahwasanya sampai dengan saat ini, di Hotel dan Griya pijat kami, tidak pernah ditemukan pelanggaran baik berupa peredaran narkoba maupun kasus asusila," kata Lina. 

Lina juga berharap masyarakat tidak lagi menghakimi Alexis sebagai tempat usaha yang menjalankan kegiatan yang melanggar norma. " Kami meminta masyarakat maupun media berhenti menghakimi pihak kami secara sepihak," ujar Lina.

Label surga dunia pertama kali keluar dari pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Dia menganalogikan Hotel Alexis sebagai surga dunia karena kegiatan yang dijalankan di tempat tersebut. 

" Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7," kata Ahok di Balai Kota, sekitar pertengahan Februari setahun yang lalu.

3 dari 3 halaman

Sandiaga Uno Usulkan Pekerja Alexis Ikut Pengajian

Dream - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, pemerintah akan memfasilitasi pegawai Hotel Alexis. Dia bahkan mengusulkan agar mereka mengikuti pengajian.

“ Ya untuk yang berKTP DKI saya usulkan bisa ikut pengajian di Syarikat Islam,” ujar Sandiaga di Jakarta, sebagaimana dikutip Dream dari Merdeka.com, Selasa 31 Oktober 2017.

Tak bisa dipungkiri, berhentinya operasional Hotel Alexis berpotensi memunculkan pengangguran. Namun, Pemerintah DKI rupanya sudah menyiapkan rencana untuk menyalurkan mereka ke lapangan kerja baru.

Sandiaga Uno telah menyiapkan lapangan pekerjaan untuk para pegawai dengan mengikuti program One Kecamatan One Centre of Entrepreneurship (OK OCE) yang bergerak di usaha perhotelan.

“ Nanti tentunya dari Kadisnaker bisa mendata berapa teman-teman dari Alexis Group yang harus direlokasi pekerjaannya,” kata Sandiaga.

“ Dan juga yang bergerak di bidang restoran agar mereka bisa mendapatkan lapangan pekerjaan setelah proses perpanjangan usaha Alexis ini ditolak oleh Pemprov,” sambung dia.

Sementara itu, terkait usulan Sandiaga agar mantan pegawai Alexis mengikuti pengajian, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, mengaku siap menampung.

“ Itu benar, kami terima dengan baik dan kita akan lakukan pembinaan,” kata Hamdan.

Sebelumnya, Legal & Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita mengatakan, Alexis total memiliki 1.000 pegawai. Dari jumlah tersebut, 600 orang merupakan pegawai tetap dan 400 lainnya pegawai lepas.

Beri Komentar