Jika Harus Bepergian Saat PPKM Nataru, Begini Aturannya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 25 November 2021 19:00
Jika Harus Bepergian Saat PPKM Nataru, Begini Aturannya
Masyarakat diimbau tidak bepergian selama penerapan PPKM Level 3 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Dream - Pemerintah telah menetapkan PPKM Level 3 saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 yang dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021. Selama pelaksanaan PPKM, seluruh kegiatan masyarakat dibatasi.

 

Saat PPKM nanti, masyarakat diimbau tidak bepergian ke luar kota. Momen libur Nataru sebaiknya dijalankan di rumah bersama keluarga. 

Namun demikian, tentu ada sejumlah masyarakat yang bepergian karena alasan tertentu. Sehingga dalam inmendagri tersebut juga dimuat ketentuan bagi masyarakat yang hendak bepergian.

Dikutip dari Setkab.go.id, Kamis 25 November 2021, berikut aturan lengkap mudik Nataru 2022 bagi masyarakat yang melakukan mudik:

 

1 dari 8 halaman

Syarat Bepergian Saat PPKM Level

  1. Penggunaan aplikasi PeduliLindungi
  2. Melakukan tes PCR atau rapid test dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah, hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan mudik Hari Natal dan Tahun Baru 2022 negatif Covid-19
  3. Jika ditemukan pelaku perjalanan sebagaimana dimaksud pada angka 2 yang positif Covid-19, maka melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan pemerintah untuk mencegah adanya penularan dengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan
  4. Instansi pelaksana bidang perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penguatan, pengendalian, pengawasan terhadap pelaku perjalanan pada Posko Check Point di daerah masing-masing bersama dengan TNI dan Polri selama periode libur Nataru.

Dengan adanya aturan mudik Nataru tersebut, diharapkan tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19. Seperti yang diketahui, kasus Corona di Indonesia tengah melandai dan pemerintah berupaya mempertahankan kondisi ini.

© Dream
2 dari 8 halaman

Simak Aturan Lengkap PPKM Level 3 Saat Libur Nataru

Dream - Potensi lonjakan Covid-19 yang dapat memicu gelombang ketiga ditanggapi cukup serius oleh Pemerintah dengan menerapkan PPKM Level 3 di seluruh wilayah Indonesia. Sejumlah hal menjadi pertimbangan, salah satunya tren Covid-19 yang saat ini cukup terkendali. 

Ketentuan mengenai PPKM Level 3 di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 kemudian dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Secara Nasional Saat Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang berlaku pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Inmendagri ini mengatur ketentuan mengenai penyelenggaraan ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru. Juga mengatur mobilitas warga selama akhir tahun. 

Dalam instruksi ini, masyarakat dianjurkan merayakan Tahun Baru 2022 di rumah bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan.

Masyarakat juga disarankan mengantisipasi potensi bencana Hidrometeorologi di wilayah tempat tinggal masing-masing, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi (BMKG).

Berikut aturan lengkap penerapan PPKM Level 3 saat libur Nataru 2022:

3 dari 8 halaman

1. Ibadah Natal Dilakukan Hybrid

Dalam pelaksanaan ibadah dan peringatan Hari Raya Natal 2021, pada aturan kedua poin A, disebutkan gereja membentuk Satuan Tugas Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19 yang berkoordinasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah.

" Pada pelaksanaan ibadah dan perayaan Natal hendaknya dilakukan secara sederhana dan tidak berlebih-lebihan, serta lebih menekankan persekutuan di tengah-tengah keluarga," bunyi poin B.

Selanjutnya, ibadah diselenggarakan secara hybrid dengan digelar di gereja diikuti jemaah yang dibatasi jumlahnya dan disiarkan secara daring. Tata ibadah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.

" Jumlah umat yang dapat mengikuti kegiatan lbadah dan Perayaan Natal secara berjamaah/kolektif tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total gereja," demikian bunyi instruksi tersebut.

© Dream
4 dari 8 halaman

2. Larangan Perayaan dan Pawai Sambut Tahun Baru 2022

Pemerintah melarang perayaan Tahun Baru di ruang terbuka maupun tertutup. Juga melarang adanya pawai ataupun arak-arakan.

" Melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru serta pelarangan acara Old and New Year baik terbuka maupun tertutup yang berpotensi menimbulkan kerumunan," demikian instruksi tersebut.

Pemerintah mengimbau agar masyarakat menikmati malam pergantian tahun di rumah saja bersama keluarga.

" Perayaan Tahun Baru 2022 sedapat mungkin tinggal di rumah berkumpul bersama keluarga, menghindari kerumunan dan perjalanan, serta melakukan kegiatan di lingkungan masing- masing yang tidak berpotensi menimbulkan kerumunan," kutipan Imendagri.

5 dari 8 halaman

3. Antisipasi Bencana

Selain imbauan di rumah saja dalam menyambut Tahun Baru 2022, masyarakat juga diminta waspada terhadap potensi terjadinya bencana hidrometereologi. Ini mengingat adanya potensi badai yang melanda Indonesia di akhir tahun. 

" Sambil melakukan antisipasi menyiapkan diri dan lingkungan dalam menghadapi potensi bencana Hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)," demikian kutipan Inmendagri 62.

 

© Dream
6 dari 8 halaman

4. Jam Operasional Pusat Perbelanjaan

Selama libur Nataru, Pemerintah memperpanjang waktu operasional pusat perbelanjaan ataupun mal. Perpanjangan jam operasional dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

" Melakukan perpanjangan jam operasional pusat perbelanjaan dan mal yang semula 10.00-21.00 waktu setempat menjadi 09.00-22.00 waktu setempat untuk mencegah kerumunan pada jam tertentu dan melakukan pembatasan dengan jumlah pengunjung tidak melebihi 50 persen dari kapasitas total," bunyi Inmendagri tersebut.

Untuk pembukaan bioskop dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

Sementara itu untuk kegiatan makan dan minum di dalam pusat perbelanjaan atau mal juga dilakukan dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen.

7 dari 8 halaman

5. Pemberlakuan Ganjil-Genap

Dalam Inmendagri tersebut, diberlakukan pula kebijakan ganjil genap di tempat wisata selama periode libur Nataru. Kebijakan ini diberlakukan guna mengatur kunjungan ke tempat-tempat wisata prioritas.

" Membatasi jumlah wisatawan sampai dengan 50 persen dari kapasitas total. Melarang pesta perayaan dengan kerumunan di tempat terbuka/tertutup," tulis Inmendagri.

Selain itu, protokol kesehatan yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan) juga disarankan, dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada saat masuk dan keluar dari tempat wisata.

 

© Dream
8 dari 8 halaman

6. Satgas Covid-19 Kembali Diaktifkan

Selama periode Nataru 2022, Tito meminta mengaktifkan kembali fungsi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di masing-masing lingkungan. Baik pada tingkatprovinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa serta Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) paling lama pada 20 Desember 2021.

Aturan baru ini juga meminta diterapkannya protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat dengan pendekatan 5M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan dan 3T yaitu testing, tracing, treatment.

 

Beri Komentar