Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi
Dream - Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya buka suara seputar tudingan adanya pembantaian etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar. Suu Kyi menyalahkan 'teroris' karena 'menciptakan gunung es' atas kekerasan di Rakhine.
Tetapi, Suu Kyi tak memberikan komentar soal 126 ribu Muslim Rohingya yang mengungsi ke perbatasan Bangladesh sejak 25 Agustus 2017. Kabar terbaru menyebutkan, jumlah pengungsi sudah mencapai 150 ribu orang.
Suu Kyi mengungkapkan persoalan Rohingya saat berbincang dengan Presiden Turki Tayyip Recep Erdogan melalui sambungan telepon. Dia mengunggah hasil percakapannya dengan Erdogan di Facebook resmi Myanmar State Counsellor Office, Channel News Asia melaporkan.
Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintah Myanmar 'melindungi seluruh warga di Rakhine dengan cara terbaik'. Dia memperingatkan kesalahan informasi yang menyebar karena dapat merusak hubungan baik antarnegara.
Dia merujuk pada gambar pembunuhan massal yang diunggah wakil perdana menteri Turki di Twitter. Gambar tersebut belakangan dihapus karena bukan dari Myanmar.
" Suu Kyi mengatakan bahwa informasi palsu yang diunggah pada wakil perdana menteri merupakan puncak kesalahan informasi yang dapat menciptakan banyak masalah di antara negara-negara yang bertujuan mempromosikan kepentingan teroris," kata kantor resmi Suu Kyi.
Konflik kemanusiaan di Rakhine, Myanmar telah menyebabkan kritik kepada Suu Kyi. Para kritikus meminta panitia Nobel mencabut Hadiah Nobel Perdamaian yang didapat Suu Kyi pada 1991.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya