Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Bakal Dapat SMS Pemberitahuan, Ini Alur Verifikasi Penerima Vaksin Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 5 Januari 2021 14:00
Bakal Dapat SMS Pemberitahuan, Ini Alur Verifikasi Penerima Vaksin Covid-19
Penerima vaksin akan diminta untuk registrasi ulang dan menentukan lokasi serta jadwal vaksinasi.

Dream - Vaksinasi Covid-19 segera dijalankan Pemerintah kepada 181,5 juta jiwa penduduk Indonesia. Pada tahap pertama, vaksinasi ditujukan kepada tenaga kesehatan meliputi dokter dan perawat disusul tenaga di lembaga administrasi.

Untuk vaksinasi tersebut, Pemerintah telah menyiapkan sistem terintegrasi melalui program Peduli Lindungi. Nantinya, para penerima vaksin akan mendapatkan pemberitahuan dalam bentuk Short Message Services (SMS) yang terhubung dengan laman pedulilindungi.id.

" Perlu kami tegaskan, bahwa keamanan data penerima vaksin dijamin pemerintah," ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, dalam konferensi pers di Istana Negara.

Nadia menjelaskan pengelolaan data dilakukan sesuai Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 253 Tahun 2020. Rinciannya, perolehan data pribadi termasuk data kependudukan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kemudian, data pribadi dilengkapi sistem keamanan sebagaimana diamanatkan ketentuan peraturan perundangan. Selain itu, data pribadi tidak dapat digunakan untuk keperluan selain penanganan Covid-19.

 

 

1 dari 5 halaman

Alur Setelah Mendapat SMS

Selanjutnya, Nadia menerangkan alur penerimaan vaksinasi Covid-19. Menurut dia, calon penerima akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS blast dengan ID pengirim Peduli Covid-19.

Setelah mendapat SMS, penerima vaksin melakukan verifikasi. Kemudian, penerima melakukan registrasi ulang untuk status kesehatan sekaligus memilih tempat serta jadwal vaksinasi.

" Untuk daerah dengan kendala jaringan, maka proses verifikasi dan registrasi akan dilakukan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan," kata dia.

Registrasi ulang ini penting dijalankan untuk kebutuhan verifikasi. Penerima vaksin akan mendapatkan pertanyaan dari sistem dan harus dijawab, seperti konfirmasi domisili dan screening sederhana mengenai penyakit penyerta yang diderita.

Jika peserta tidak melakukan verifikasi ulang, maka akan dijalankan oleh Satgas Covid-19 tingkat kecamatan. Nadia berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dalam vaksinasi yang ditargetkan berlangsung selama 15 bulan.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

BPOM: Vaksin Covid-19 Belum Boleh Disuntikkan

Dream - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengatakan, meski vaksin Sinovac sudah didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia tetapi belum boleh disuntikkan. Sebab, vaksin belum mendapat izin penggunaan darurat atau EUA.

" EUA masih berproses, tapi vaksin sudah diberikan izin khusus untuk didistribusikan karena membutuhkan waktu untuk sampai ke seluruh daerah target di Indonesia," kata Penny di Jakarta, Senin 4 Januari 2021.

Ia mengatakan, proses penyuntikan vaksin Covid-19 hanya boleh dilakukan jika sudah mendapatkan EUA.

BPOM, kata dia, akan terus mengevaluasi uji klinis Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Selain itu, BPOM akan terus mengkaji secara seksama berbagai hal terkait vaksin Covid-19, termasuk data dari berbagai negara terkait uji klinis antivirus SARS-CoV-2 tersebut.

3 dari 5 halaman

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari Biofarma Bambang Herianto menyebutkan tidak ada kendala distribusi vaksin Covid-19 ke seluruh Indonesia.

Biofarma sudah kerap menyalurkan vaksin lain ke berbagai tempat di Indonesia.

PT Biofarma mendistribusikan tiga juta dosis vaksin Covid-19 buatan Sinovac ke 34 provinsi di Indonesia pada Minggu, 3 Januari 2021, untuk persiapan pelaksanaan program vaksinasi tahap pertama.

Proses distribusi vaksin, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh Biofarma, melainkan melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan puskesmas

Sumber: merdeka.com

4 dari 5 halaman

Sederet Efek Samping Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung

Dream - Tim uji klinis vaksin Covid-19 di Bandung, Jawa Barat, menyatakan penyuntikan vaksin Sinovac sudah selesai. Saat ini tinggal menunggu hasil akhir dari uji klinis tersebut.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil, mengatakan tim penguji mencatat sejumlah efek samping yang dialami relawan. Meski begitu, efek samping yang muncul tergolong ringan.

" Semua subjek dipantau efek samping yang dirasakan pada suntikan, sejauh ini efek samping yang timbul terbanyak adalah reaksi lokal berupa nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan," ujar Kusnandi, dikutip dari Merdeka.com.

Efek samping yang juga banyak dialami relawan yaitu pegal-pegal pada otot. Kusnandi mengatakan gejala tersebut juga tergolong ringan.

5 dari 5 halaman

Sama Dengan Brasil dan Turki

Uji klinis vaksin Sinovac berjalan selama lima bulan melibatkan 1.602 relawan usia 18-59 tahun. Skema yang diterapkan yaitu emergency interval 14 hari antara dosis pertama dan ke dua, sama dengan yang diterapkan di Brasil dan Turki.

" Penyuntikan dosis sudah selesai pada tanggal 6 November 2020 dan pengambilan pada hari paska-suntikan sudah selesai pada tanggal 20 November 2020," ucap Kusnandi.

Sementara, bulan ini (Desember 2020) merupakan tahap pengambilan sampel darah tiga bulan setelah suntikan ke dua. Sedangkan pemeriksaan antibodi menggunakan metode netralisasi dijalankan di Balitbangkes dengan teknik Enzym Linked Immunosorbent Assay (ELIZA) oleh Bio Farma.

" Laporan interim hingga tiga bulan paska-suntikan kedua akan disampaikan kepada Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) pada awal Januari 2021," kata Kusnandi.

Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Beri Komentar