Nasib Banding Kasus Crane Roboh di Masjidil Haram

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 3 April 2017 11:28
Nasib Banding Kasus Crane Roboh di Masjidil Haram
Jaksa mengajukan banding atas putusan pengadilan kriminal yang menghentikan kasus ini.

Dream - Periode banding kasus jatuhnya crane di Masjidil Haram pada September 2015 berakhir hari Minggu kemarin. Sebuah sumber menyebut Pengadilan Banding Arab Saudi menolak membatalkan keputusan Pengadilan Kriminal tingkat pertama terkait kasus ini.

Sebelumnya, Pengadilan Kriminal tingkat pertama memutuskan untuk membatalkan kasus ini dengan pertimbangan tidak memiliki yurisdiksi. Pengadilan Kriminal berkonsultasi dengan tiga hakim, dua di antaranya menyatakan pengadilan tidak terkait dengan perkara pelanggaran standar keamanan.

Atas putusan tersebut, Jaksa Agung Arab Saudi mengajukan 20 halaman nota banding ke Pengadilan Tingkat Banding, untuk membatalkan putusan Pengadilan Kriminal tersebut. Jaksa Agung juga menyatakan kasus ini termasuk dalam tuduhan kelalaian dan kerusakan properti serta ancaman kehidupan.

Dalam berkas banding itu, Jaksa meminta Pengadilan Kriminal melihat lebih mendalam atas dakwaan terhadap orang-orang yang dinyatakan terlibat atas jatuhnya crane yang menyebabkan banyak jemaah haji meninggal dan terluka itu.

Pengadilan Banding kemudian menugaskan seorang hakim untuk memeriksa dan mengadili perkara antara Pengadilan Kriminal dengan Jaksa.

Biro Investigasi dan Penuntutan Umum menyampaikan laporan ke otoritas lebih tinggi, menyatakan penyebab jatuhnya crane karena angin yang bertiup kencang.

Sementara, sebuah sumber menyebut posisi crane tidak sesuai dengan petunjuk penggunaan dari pabrik pembuatnya.

Sedangkan, orang-orang yang dianggap bertanggung jawab menyatakan tidak melihat kasus ini sebagai kejahatan. Tim manajemen keamanan proyek tidak memberikan peringatan kepada operator crane tentang kondisi cuaca yang buruk.

Sumber: saudigazette.com.sa

Beri Komentar