Banyak Guru dan Siswa Tak Terima Subsidi Kuota Internet, Ini Kata Menteri Nadiem

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 13 November 2020 14:30
Banyak Guru dan Siswa Tak Terima Subsidi Kuota Internet, Ini Kata Menteri Nadiem
Nadiem mengatakan banyak kepala sekolah belum menandatangani SPTJM.

Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, memastikan bakal ada tindak lanjut terkait penyaluran bantuan kuota internet kepada guru dan siswa. Ini menyusul adanya laporan terkait banyaknya guru dan siswa yang belum menerima bantuan tersebut.

Nadiem mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena beberapa kepala sekolah belum menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM). Alhasil, bantuan kuota data internet belum dapat disalurkan.

" Kalau kepala sekolah telah memenuhi tahapan secara benar, bantuan kuota data internet pasti disalurkan. Jika sampai demikian, saya pastikan tim saya di pusat akan turun tangan," kata Nadiem, dikutip dari Kemendikbud.

Nadiem mengatakan proses pengurusan SPTJM sebenarnya sangat mudah. Kepala sekolah cukup tanda tangan, kemudian surat tersebut difoto lalu diunggah.

" Kuota data internet akan langsung dikirim oleh operator asal nomor ponselnya aktif. Tidak perlu ada izin dari dinas pendidikan," kata Nadiem.

1 dari 4 halaman

35 Juta Penerima Sudah Dapat Bantuan

Bantuan kuota saat ini sudah disalurkan kepada 35 juta peserta didik, guru, mahasiswa serta dosen. Bantuan dibagi dalam empat kategori yang diberikan dua kali tiap bulan.

Keempat kategori tersebut yaitu 20 GB untuk peserta didik PAUD. Kemudian 35 GB untuk peserta didik dasar dan menengah (SD sampai SMA).

Lalu 42 GB untuk guru PAUD, SD, SMP, dan SMA. Terakhir 50 GB untuk mahasiswa dan dosen.

2 dari 4 halaman

Datangi Rote Ndao, Menteri Nadiem Sebut Dana BOS Ditambah Rp3 Triliun

Dream - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) seperti Kabupaten Rote Ndao akan mendapat tambahan alokasi sebesar Rp 3 triliun dalam APBN Tahun Anggaran 2021.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim di hari kedua safari kunjungannya di Kabupaten Rote Ndao, NTT, Rabu 11 November 2020.

Nadiem menyampaikan itu saat berdialog dengan para guru di SMK Negeri 1 Rote Barat, SD Negeri Ndau, Desa Tualima, Kecamatan Rote Barat Laut, SMP Negeri 3 Lobalain, SMA Negeri 1 Lobalain, dan TK Pembina Nauhadoen, Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain. 

Dikatakan Nadiem, Dana BOS 2021 kalkulasinya akan pro daerah 3T. Sekolah-sekolah paling kecil, paling tertinggal, dan paling terluar akan mendapatkan tambahan Rp 3 triliun dalam APBN 2021.

Menurut Nadiem, dalam perjalanan ke Palu, Gianyar, Kupang, dan Rote Ndao, hal yang sangat berkesan adalah tantangan yang luar biasa bagi daerah-daerah yang tidak punya infrastruktur sebaik di Jawa.

“ Jelas sekali dampak dari infrastruktur yang kurang baik. Seperti sarana-prasarana pendidikan, jaringan internet, sangat besar kesenjangannya. Sehingga kita harus benar-benar jembatani dan menjadi prioritas Kemendikbud ke depan,” kata Nadiem.

3 dari 4 halaman

Nadiem juga mengatakan, dari perjalanan ke sejumlah tempat itu, yang didengar dari kepala sekolah dan guru-guru bahwa relaksasi Dana BOS Tahun Anggaran 2020 yang didikung Komisi X DPR-RI secara nasional, yang salah satunya terkait kuota belajar, sangat sukses dan dirasakan manfaatnya.

Walaupun ada beberapa wilayah 3T yang belum menikmati, bahkan ada kepala sekolah yang belum mengetahui relaksasi BOS itu boleh untuk semua kebutuhan sekolah.

“ Ini suatu pembelajaran bagi saya di Kemendikbud, walaupun kita sudah memerdekakan pendidikan tapi belum tentu semua merasakan merdeka. Perlu sering-sering diingatkan terus bahwa anda sudah merdeka,” pungkasnya.

 

 

4 dari 4 halaman

Di tempat yang sama, anggota Komisi X DPR-RI Anita Yakoba Gah mengatakan, Pak Mendikbud sudah menyampaikan bahwa tahun depan alokasi Dana BOS untuk daerah 3T akan ditambah Rp 3 triliun.

Sebagai wakil rakyat asal Dapil NTT-2 yang meliputi daratan Pulau Timor, Sumba, Rote Ndao, dan Sabu Raijua tentunya sangat mendukung langkah tersebut, dan akan berjuang mengawal dari sisi pengalokasian anggarannya dalam proses politik di DPR.

“ Saya sebagai wakil rakyat yang mewakili masyarakat daratan Pulau Timor, Sumba, Rote Ndao, dan Sabu Raijua tentunya akan memperjuangkan penambahan anggaran Dana BOS bagi daerah 3T tersebut,” katanya singkat.

Beri Komentar