Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim
Dream - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim, memastikan bakal ada tindak lanjut terkait penyaluran bantuan kuota internet kepada guru dan siswa. Ini menyusul adanya laporan terkait banyaknya guru dan siswa yang belum menerima bantuan tersebut.
Nadiem mengatakan hal tersebut bisa terjadi karena beberapa kepala sekolah belum menandatangani Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM). Alhasil, bantuan kuota data internet belum dapat disalurkan.
" Kalau kepala sekolah telah memenuhi tahapan secara benar, bantuan kuota data internet pasti disalurkan. Jika sampai demikian, saya pastikan tim saya di pusat akan turun tangan," kata Nadiem, dikutip dari Kemendikbud.
Nadiem mengatakan proses pengurusan SPTJM sebenarnya sangat mudah. Kepala sekolah cukup tanda tangan, kemudian surat tersebut difoto lalu diunggah.
" Kuota data internet akan langsung dikirim oleh operator asal nomor ponselnya aktif. Tidak perlu ada izin dari dinas pendidikan," kata Nadiem.
Bantuan kuota saat ini sudah disalurkan kepada 35 juta peserta didik, guru, mahasiswa serta dosen. Bantuan dibagi dalam empat kategori yang diberikan dua kali tiap bulan.
Keempat kategori tersebut yaitu 20 GB untuk peserta didik PAUD. Kemudian 35 GB untuk peserta didik dasar dan menengah (SD sampai SMA).
Lalu 42 GB untuk guru PAUD, SD, SMP, dan SMA. Terakhir 50 GB untuk mahasiswa dan dosen.
Dream - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi daerah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) seperti Kabupaten Rote Ndao akan mendapat tambahan alokasi sebesar Rp 3 triliun dalam APBN Tahun Anggaran 2021.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim di hari kedua safari kunjungannya di Kabupaten Rote Ndao, NTT, Rabu 11 November 2020.
Nadiem menyampaikan itu saat berdialog dengan para guru di SMK Negeri 1 Rote Barat, SD Negeri Ndau, Desa Tualima, Kecamatan Rote Barat Laut, SMP Negeri 3 Lobalain, SMA Negeri 1 Lobalain, dan TK Pembina Nauhadoen, Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain.
Dikatakan Nadiem, Dana BOS 2021 kalkulasinya akan pro daerah 3T. Sekolah-sekolah paling kecil, paling tertinggal, dan paling terluar akan mendapatkan tambahan Rp 3 triliun dalam APBN 2021.
Menurut Nadiem, dalam perjalanan ke Palu, Gianyar, Kupang, dan Rote Ndao, hal yang sangat berkesan adalah tantangan yang luar biasa bagi daerah-daerah yang tidak punya infrastruktur sebaik di Jawa.
“ Jelas sekali dampak dari infrastruktur yang kurang baik. Seperti sarana-prasarana pendidikan, jaringan internet, sangat besar kesenjangannya. Sehingga kita harus benar-benar jembatani dan menjadi prioritas Kemendikbud ke depan,” kata Nadiem.
Nadiem juga mengatakan, dari perjalanan ke sejumlah tempat itu, yang didengar dari kepala sekolah dan guru-guru bahwa relaksasi Dana BOS Tahun Anggaran 2020 yang didikung Komisi X DPR-RI secara nasional, yang salah satunya terkait kuota belajar, sangat sukses dan dirasakan manfaatnya.
Walaupun ada beberapa wilayah 3T yang belum menikmati, bahkan ada kepala sekolah yang belum mengetahui relaksasi BOS itu boleh untuk semua kebutuhan sekolah.
“ Ini suatu pembelajaran bagi saya di Kemendikbud, walaupun kita sudah memerdekakan pendidikan tapi belum tentu semua merasakan merdeka. Perlu sering-sering diingatkan terus bahwa anda sudah merdeka,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, anggota Komisi X DPR-RI Anita Yakoba Gah mengatakan, Pak Mendikbud sudah menyampaikan bahwa tahun depan alokasi Dana BOS untuk daerah 3T akan ditambah Rp 3 triliun.
Sebagai wakil rakyat asal Dapil NTT-2 yang meliputi daratan Pulau Timor, Sumba, Rote Ndao, dan Sabu Raijua tentunya sangat mendukung langkah tersebut, dan akan berjuang mengawal dari sisi pengalokasian anggarannya dalam proses politik di DPR.
“ Saya sebagai wakil rakyat yang mewakili masyarakat daratan Pulau Timor, Sumba, Rote Ndao, dan Sabu Raijua tentunya akan memperjuangkan penambahan anggaran Dana BOS bagi daerah 3T tersebut,” katanya singkat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun