Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Dream - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta memperkenalkan desain surat suara Pilgub DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Surat suara itu hanya berisi dua pasangan calon, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dan Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno (Anies-Sandi).
Tetapi, ada yang berbeda dengan foto Djarot di surat suara kaliini. Jika pada putaran pertama Djarot tak memakai penutup kepala, pada surat suara ini dia mengenakan peci.
Perubahan penampilan Djarot itu sempat menuai kritik. Djarot dianggap menjiplak pasangan calon Anies-Sandi. Tetapi, Djarot menanggapi tudingan dengan santai.
" Enggak apa-apa," kata Djarot usai Sholat Jumat di Masjid Cut Meutia, Jakarta, Jumat, 24 Maret 2017.
Djarot mengatakan peci merupakan identitas bangsa Indonesia yang dikenalkan oleh Presiden Pertama, Soekarno. Dia menegaskan peci bukan menjadi ciri salah satu paslon.
" Kami ini inget loh, saya itu dikenal dengan juru kuncinya makam Bung Karno di Blitar, sepuluh tahun dan semua tahu, Bung Karno yang mempopulerkan pakai kopiah. Kalau orang Jatim (Jawa Timur) namanya kopiah, kalau sini (Jakarta) bilangnya peci, kalau Makassar songkok," ujar dia.
" Jadi ini adalah simbol dari nasionalisme. Inilah sebetulnya yang dipopulerkan Bung Karno. Makanya begitu kami haji umrah begitu pake kopiah orang sana pasti tahu, Indonesia Indonesia, Soekarno Soekarno," kata Djarot.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang