Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Kemendikbudristek mulai memberlakukan Kurikulum Prototipe pada 2022. Namun demikian, pemberlakuan ini sifatnya fleksibel bergantung pada kebutuhan di tiap sekolah.
Kepala Badan Standar, Kompetensi, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, mengatakan Kurikulum Prototipe memberikan ruang lebih luas bagi perkembangan karakter dan kompetensi dasar siswa. Meski begitu, sekolah dipersilakan mempelajari kurikulum ini sebelum menyatakan berminat menerapkannya.
" Sekolah akan diberikan waktu yang cukup untuk mempelajari konsep Kurikulum Prototipe sebelum menyatakan minat untuk menerapkan," ujar Anindito.
Anindito mengungkapkan penyusunan Kurikulum Prototipe berangkat dari hasil evaluasi penerapan Kurikulum Darurat selama pandemi. Hasil di lapangan menunjukkan sekolah yang menerapkan Kurikulum Darurat lebih maju 4-5 bulan belajar dibandingkan dengan Kurikulum 2013.
" Hasil ini menguatkan kami dalam merancang Kurikulum Prototipe agar lebih efektif," kata Anindito.
Selanjutnya, dia menyatakan Kurikulum Prototipe ini merupakan opsi tambahan untuk pemulihan pembelajaran. Tetapi, sekolah bisa memilih tidak menerapkan jika dirasa kurikulum yang dipakai saat ini sudah cukup memadai.
" Bagi satuan pendidikan yang tetap menerapkan Kurikulum 2013 apa adanya silakan, sekolah yang sudah menggunakan Kurikulum Darurat juga silakan memilih, apakah akan tetap menerapkan Kurikulum Darurat atau Kurikulum Prototipe," kata dia.
Anindito juga membeberkan tiga karakteristik utama dari Kurikulum Prototipe. Pertama, pengembangan kemampuan non-teknis (soft skills) dan karakter mendapat porsi khusus melalui pembelajaran berbasis proyek.
Karakter kedua, berfokus pada materi esensial. Sehingga ada waktu cukup untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar seperti literasi dan numerasi.
" Ketiga, fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan murid dan melakukan penyesuaian dengan konteks dan muatan lokal," kata Anindito.
Selain itu, perancangan kurikulum sekolah pun dapat diatur dengan lebih fleksibel. Dalam Kurikulum Prototipe tujuan belajar ditetapkan per fase, yakni dua hingga tiga tahun, untuk memberi fleksibilitas bagi guru dan sekolah.
Jam pelajaran juga ditetapkan per tahun. Sehingga sekolah dapat berinovasi dalam menyusun kurikulum dan pembelajarannya, dikutip dari laman Kemdikbud.go.id.
Dream - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mulai menerapkan kurikulum baru untuk Sekolah Menengah Atas pada 2022. Kurikulum baru yang dinamai Kurikulum Prototipe ini tidak lagi menerapkan pengkotakan ke dalam jurusan IPA, IPS, serta Bahasa.
" Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, di Instagramnya, @ninoaditomo.
Nino mengatakan Kurikulum Prototipe ini tidak disebut dengan Kurikulum 2022. Ini karena kurikulum tersebut bersifat fleksibel, memberikan pilihan kepada satuan pendidikan yang berminat menjalankannya.
" Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi. Ini penting agar guru punya waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Bukan sekadar kejar tayang materi yang ada di buku teks," kata dia.
Nantinya, kata Nino, para siswa akan mendapat ruang lebih luas untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Mereka dibebaskan untuk belajar mata pelajaran sesuai minatnya.
Pilihan ini akan diberikan kepada siswa kelas XI dan XII. Mereka dapat menentukan sendiri mata pelajaran yang diminati.
Sebagai contoh, siswa ingin meniti karier sebagai insinyur dapat memilih belajar Matematika dan Fisika lanjutan tanpa harus mengambil Biologi. Dia juga boleh mengombinasikan dengan mata pelajaran bidang IPS atau Bahasa serta kecakapan hidup.
" Kurikulum prototipe ini sedang diterapkan secara terbatas di 2.500-an sekolah di seluruh Indonesia melalui Program Sekolah Penggerak," kata Nino.
Lebih lanjut, Nino mengungkapkan sekolah yang menerapkan kurikulum ini bukanlah sekolah yang menyandang predikat tertentu seperti favorit atau unggulan. Melainkan sekolah yang 'biasa' saja.
" Bukan sekolah yang punya fasilitas yang berlebih, banyak yang justru kekurangan secara sarana-prasarana, sebagian juga berada di daerah tertinggal," kata dia.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya