Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi/ Foto: Pixabay
DREAM.CO.ID - Mata kedutan atau dikenal juga dengan istilah medis myokymia adalah kontraksi otot kecil di sekitar kelopak mata yang terjadi secara tiba-tiba dan berulang. Kondisi ini sangat umum dan biasanya tidak berbahaya.
Beberapa orang menganggapnya sebagai tanda-tanda mistis. Sementara aada juga yang percaya kalau kedutan merupakan tanda kalau kita akan menangis. Itu hanya mitos yaa, Sahabat Dream.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama mata kedutan. Apa saja? Dirangkum dari berbagai sumber, simak ulasannya berikut ini.
1. Kelelahan dan kurang tidur
Kurang istirahat dapat menyebabkan otot-otot di sekitar mata menjadi tegang dan memicu kedutan.

2. Stres
Tingkat stres yang tinggi seringkali berdampak pada aktivitas otot wajah, termasuk mata.
3. Konsumsi kafein berlebihan
Terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat meningkatkan rangsangan saraf dan menyebabkan mata kedutan.
4. Iritasi mata dan kekeringan
Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat atau terlalu lama serta paparan layar gadget yang terus-menerus, dapat membuat mata menjadi kering dan memicu kedutan.
5. Gangguan saraf ringan
Pada kasus yang jarang, mata kedutan bisa menjadi tanda gangguan saraf. Namun biasanya disertai gejala lain yang lebih serius.
Dokter biasanya tidak menganggap mata kedutan sebagai masalah kesehatan yang serius dan banyak kasus akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus. Namun, jika kedutan berlangsung lebih dari beberapa minggu atau disertai kelopak mata yang menutup, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Dengan mengetahui fakta di balik mata kedutan, kita bisa lebih memahami kondisi ini dan mengurangi kekhawatiran yang tidak perlu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya