Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Tidak Ada di 2022, Ini Skema Kurikulum Prototipe Kemendikbudristek

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 22 Desember 2021 10:00
Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA Tidak Ada di 2022, Ini Skema Kurikulum Prototipe Kemendikbudristek
Siswa Kelas XI dan XII dapat memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat dan bakatnya.

Dream - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bakal menerapkan kurikulum baru pada 2022 dengan nama Kurikulum Prototipe. Tetapi, kurikulum ini tidak akan diberlakukan di semua sekolah melainkan hanya pada sekolah yang menyatakan kesediaan.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud, Anindito Aditomo sebelumnya mengatakan Kurikulum Prototipe ini sudah dituangkan dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 162/M/2021 tentang Sekolah Penggerak. Dia menekankan kurikulum ini diterapkan secara terbatas.

" Penerapan secara terbatas ini tahap penting dalam pengembangan kurikulum," ujar Anindito di Instagramnya @ninoaditomo.

Dia melanjutkan penerapan ini dalam rangka uji coba. Langkah ini untuk memastikan kurikulum dapat diterapkan dalam segala kondisi.

" Uji coba tersebut juga memberi insight tentang bagaimana guru memaknai dan menerapkan sebuah kurikulum. Artinya, kurikulum dievaluasi oleh aktor paling penting: para guru," tulis Anindito.

 

1 dari 5 halaman

Skema Kurikulum

Gambaran rinci mengenai skema Kurikulum Prototipe untuk SMA ini tercantum dalam Kepmendikbukristek. Pada SMA, struktur kurikulum dibagi dalam dua fase yaitu Fase E untuk Kelas X dan Fase F untuk Kelas XI dan XII.

Siswa yang duduk di Kelas X akan mendapatkan mata pelajaran umum seperti SMP. Sedangkan siswa Kelas XI mulai menentukan mata pelajaran sesuai minat dan bakatnya.

" Seperti di SMP, mata pelajaran IPA dan IPS di Kelas X SMA belum dipisahkan menjadi mata pelajaran yang lebih spesifik. Namun demikian, satuan pendidikan dapat menentukan bagaimana muatan pelajaran diorganisasi," demikian bunyi ketentuan tersebut.

 

2 dari 5 halaman

Kelas X Seperti SMP

Pembelajaran untuk Kelas X dapat dilakukan menggunakan tiga skema pengorganisasian.

1. Muatan IPA atau IPS dapat diajarkan secara terintegrasi. Misalnya, mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi dipadu ke dalam satu tema menjadi pembelajaran berbasis tema, berbasis masalah, atau unit inkuiri lainnya.

2. Muatan IPA atau IPS diajarkan bergantian dalam blok waktu yang terpisah. Misalnya Fisika lebih dulu dilanjut dengan Kimia lalu Biologi atau dengan urutan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan sekolah. Setelah semua selesai (Fisika, Kimia, dan Biologi) diikuti dengan unit pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan pelajaran IPA tersebut

3. Muatan IPA atau IPS diajarkan secara paralel, dengan jam terpisah seperti mata pelajaran yang berbeda-beda, diikuti dengan unit pembelajaran inkuiri yang mengintegrasikan muatan-muatan pelajaran IPA atau IPS tersebut. Misalnya masing-masing muatan pelajaran Fisika, Kimia, Biologi diajarkan secara reguler secara bersamaan setiap minggu sesuai dengan alokasi JP untuk masingmasing muatan pelajaran.

 

3 dari 5 halaman

Kelas XI dan XII Bisa Pilih Mapel

Sedangkan mata pelajaran lain tetap diajarkan. Di antaranya Agama, Pancasila dan Kewarganegaraan, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Informatika, serta muatan lokal.

Pembelajaran untuk Kelas XI dan XII mata pelajaran terbagi dalam lima kelompok utama. Berikut rinciannya:

1. Mapel umum, wajib untuk semua siswa,
2. Mapel Matematika dan IPA (Fisika, Kimia, Biologi) Lanjut
3. Mapel IPS Lanjut,
4. Mapel Bahasa dan Budaya Lanjut
5, Mapel Vokasi dan Prakarya.

" Alokasi masing-masing mata pelajaran pilihan yaitu 5 JP tiap minggu atau 180 JP tiap tahun. Kecuali untuk kelompok Vokasi dan Prakarya disarankan alokasi waktu 2 JP tiap minggu atau 72 JP tiap tahun," demikian ketentuan tersebut.

4 dari 5 halaman

Selamat Tinggal Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, Kemendikbudristek Jalankan Kurikulum Prototipe di 2022

Dream - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi mulai menerapkan kurikulum baru untuk Sekolah Menengah Atas pada 2022. Kurikulum baru yang dinamai Kurikulum Prototipe ini tidak lagi menerapkan pengkotakan ke dalam jurusan IPA, IPS, serta Bahasa.

" Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, di Instagramnya, @ninoaditomo.

Nino mengatakan Kurikulum Prototipe ini tidak disebut dengan Kurikulum 2022. Ini karena kurikulum tersebut bersifat fleksibel, memberikan pilihan kepada satuan pendidikan yang berminat menjalankannya.

" Kurikulum tersebut akan lebih berfokus pada materi yang esensial, tidak terlalu padat materi. Ini penting agar guru punya waktu untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Bukan sekadar kejar tayang materi yang ada di buku teks," kata dia.

Nantinya, kata Nino, para siswa akan mendapat ruang lebih luas untuk pengembangan karakter dan kompetensi. Mereka dibebaskan untuk belajar mata pelajaran sesuai minatnya.

 

5 dari 5 halaman

Bebas Pilih Mata Pelajaran Sesuai Minat

Pilihan ini akan diberikan kepada siswa kelas XI dan XII. Mereka dapat menentukan sendiri mata pelajaran yang diminati.

Sebagai contoh, siswa ingin meniti karier sebagai insinyur dapat memilih belajar Matematika dan Fisika lanjutan tanpa harus mengambil Biologi. Dia juga boleh mengombinasikan dengan mata pelajaran bidang IPS atau Bahasa serta kecakapan hidup.

" Kurikulum prototipe ini sedang diterapkan secara terbatas di 2.500-an sekolah di seluruh Indonesia melalui Program Sekolah Penggerak," kata Nino.

Lebih lanjut, Nino mengungkapkan sekolah yang menerapkan kurikulum ini bukanlah sekolah yang menyandang predikat tertentu seperti favorit atau unggulan. Melainkan sekolah yang 'biasa' saja.

" Bukan sekolah yang punya fasilitas yang berlebih, banyak yang justru kekurangan secara sarana-prasarana, sebagian juga berada di daerah tertinggal," kata dia.

Beri Komentar