Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menurut pakar yoga, anak-anak yang keseimbangan pikiran, tubuh dan jiwa yang sudah dilatih sejak kecil, maka kinerja otaknya bisa jauh lebih baik.
Dream - Yoga ternyata tidak hanya diikuti para orangtua, kini anak-anak juga bisa melakukannya. Bahkan olahraga yang melibatkan tubuh, pikiran dan perasaan ini juga sudah bisa diikuti buah hati yang masih berupa janin dalam perut.
"Yoga bisa dimulai dari kehamilan, itu namanya yoga prenatal. Yoga ini tentunya melibatkan ibu dan janinnya, dan itu bermanfaat positif untuk keduanya. Secara tidak langsung buah hati dalam perut ikut yoga juga," kata Pendiri Kids Yoga Jakarta, Tina Maladi, Jumat 10 April 2015.
Setelah buah hati lahir, Tina mengatakan usia yang tepat untuk mulai mengenalkan yoga. "Balita sudah mulai bisa ikut kelas yoga sendiri, program selanjutnya disesuaikan lagi dengan usia. Mulai dari 5 hingga 6 tahun serta di yoga remaja. Gerakannya beda tapi tujuannya tetap sama melatih keseimbangan antara pikiran, tubuh dan jiwa," tambah Tina.
Tina juga menambahkan yoga dapat merangsang respon motorik anak. "Dibandingkan bermain gadget, sebaiknya memilih yoga untuk membantu saraf motorik mereka. Anak-anak yang keseimbangan pikiran, tubuh dan jiwa yang sudah dilatih sejak kecil, maka kinerja otaknya bisa jauh lebih baik," tuturnya.