Bertemu Gus Miftah 30 Menit, Bapak Ini Mantap Peluk Islam

Reporter : Sugiono
Sabtu, 17 April 2021 12:15
Bertemu Gus Miftah 30 Menit, Bapak Ini Mantap Peluk Islam
Hidayah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Tidak ada yang tahu kecuali atas kehendak Allah SWT.

Dream - Hidayah bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja. Tidak ada yang tahu kecuali atas kehendak Allah SWT.

Terkadang, ada yang sudah berusaha keras meminta agar diberi hidayah, malah tidak pernah kunjung datang menyapa.

Tapi ketika seseorang tidak meminta hidayah, justru datang tiba-tiba tanpa tahu asalnya.

1 dari 8 halaman

Kedatangan Tamu Non-Muslim

Baru-baru ini pengasuh pondok pesantren Ora Aji, Gus Miftah, kedatangan rombongan tamu.

Salah satu dari rombongan tamu tersebut adalah seorang non-muslim berusia paruh baya.

Tidak disebutkan apa yang dibicarakan oleh para tamu itu, termasuk yang non-muslim.

Yang jelas, pertemuan tanggal 16 April 2021 itu ternyata membawa hidayah bagi tamu yang non-muslim.

Setelah bertemu dan mengobrol dengan Gus Miftah selama 30 menit, tamu non-muslim itu mantap memeluk Islam.

Dalam postingan di Instagram, Gus Miftah memperlihatkan video proses pengislaman tamu non-muslim tersebut.

© Dream
2 dari 8 halaman

Awalnya Terbata-bata Ucap Syahadat

Terlihat bapak yang memakai baju warna gelap bersalaman dengan Gus Miftah yang menuntunnya mengucapkan kalimat syahadat.

Bertemu 30 menit dengan Gus Miftah, langsung jadi mualaf.© Video Instagram @gusmiftah

Meski awalnya kesulitan, bapak tersebut akhirnya bisa menirukan semua ucapan Gus Miftah dengan baik.

Usai membimbing bapak tersebut mengucapkan syahadat, Gus Miftah langsung mengucap hamdalah.

3 dari 8 halaman

Pesan Gus Miftah tentang Mualaf

" Alhamdulillah.. Ingat tidak ada paksaan dalam beragama! Agama Itu Untuk Diamalkan Bukan Untuk Diperdebatkan!" tulis Gus Miftah di postingannya.

Netizen auto mengucap Alhamdulillah dan Takbir.© Video Instagram @gusmiftah

Postingan Gus Miftah ini pun mendapat respons positif netizen yang rata-rata bersyukur karena Islam menunjukkan kelembutannya hingga membuat bapak tersebut hijrah.

Sumber: Instagram

© Dream
4 dari 8 halaman

Videonya

      Lihat postingan ini di Instagram      

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gus Miftah (@gusmiftah)

 

5 dari 8 halaman

Awalnya Terpaksa Mualaf, Lihat yang Terjadi Selanjutnya...

Dream - Amira, 35 tahun, awalnya memeluk Islam karena terpaksa. Namun setelah menjalani dengan sungguh-sungguh, wanita asal Malaysia itu akhirnya merasa tenang hidupnya.

Dia memeluk Islam karena pengaruh beberapa pihak, termasuk kenalannya, yang mengatakan Islam dapat menyelesaikan isu bangkrut yang membelenggu hidupnya.

Namun, tanpa disangka, hidayah yang datang itu mengubah pandangan serta keyakinan terhadap agama Allah SWT ini. Dia merasa lebih tenang dalam menjalani hidup sejak hampir tiga tahun lalu.

Menurut Amira, dia dinyatakan bangkrut pada 2008 setelah mantan suaminya gagal melunasi angsuran bulanan untuk mobil yang dibeli pada awal 2000.

Katanya, dia merasa tidak punya masa depan saat menerima pemberitahuan dari Departemen Kepailitan Malaysia karena menanggung beban ditinggalkan suami, selain menjaga lima anak secara sendirian setelah bercerai pada 2012.

(Sumber: hmetro.com.my)

© Dream
6 dari 8 halaman

"Kalau Kamu Masuk Islam, Lebih Baik Mama Mati"

Dream - Menjadi seorang mualaf menjadi kenyamanan tersendiri untuk si cantik pemilik nama Isya Jeeperson ini. Sejak September 2010, wanita kelahiran Medan, 25 Maret 1992 ini berkomitmen memeluk agama Islam karena ketertarikannya dengan dunia muslim.

" Ini bisa dibilang hidayah. Aku sangat tertarik dengan bahasa Arab dan semua yang diajarkan dalam agama Islam,"  kata anak ketiga dari tiga bersaudara ini kepada Dream.co.id saat ditemui di apartemennya kawasan Kasablanka, Jakarta Selatan. 

Dukungan lingkungan yang mayoritas muslim juga membuat Isya makin mantap menjadi mualaf. Juga semakin banyak tahu bagaimana Islam itu. " Sekitar bulan sembilan empat tahun lalu alhamdulillah aku resmi muslim," ujar dia. 

Wanita yang lahir dengan nama Marisa Cris Hari Sartika ini mengaku, butuh perjuangan ekstra menjelaskan ke keluarganya di Medan. Penjelasan tentang keputusannya pindah agama.

Mulanya masih diam-diam. " Soalnya mama aku bilang kalau aku masuk Islam lebih baik mama mati. Aku takut nantinya mama marah, jadi stroke," kata Isya. 

Apalagi saat ini tinggal mama seorang. Kekhawatiran dan ketakutan Isya pun dikalahkan dengan rasa yakin dan hati yang mantap untuk mengatakan kejujuran di depan keluarga besarnya.

7 dari 8 halaman

" Mama nangis, diam dan masuk kamar. Tidak sedikit juga keluarga yang berontak supaya aku pindah agama lagi. Tapi walaupun menerima caci-maki aku tetap kuat karena hatiku sudah yakin dan nyaman memeluk Islam," ujar wanita yang disibukan dengan aktivitas di dunia tarik suara ini.

Mantan model majalan remaja ini mengaku, berkat bantuan Allah dan kegigihannya mendalami Islam, keluarga pun berbalik mendukung. Ibarat pepatah sekeras apapun batu karang akan tergerus sedikit demi sedikit dengan air.

" Aku percaya kalau Allah akan kasih jalan. Aku semakin yakin dan terus belajar banyak tanya dengan sesama muslim dan guru spiritualku. Nyari-nyari pengetahuan tentang Islam itu lebih detail lagi. Alhamdulillah sekarang mereka mendukung sekali karena lihat aku serius," ungkap pemain film Azrax ini.

© Dream
8 dari 8 halaman

Isya menambahkan dukungan yang diberikan dari keluarga membuatnya semakin mantap menjalani kehidupan sebagai mualaf.

" Mama cuma pesan harus serius dan yakin dengan keputusan yang diambil jangan sampai agama jadi permainan. Aku makin yakin menjadi mualaf. Bismillah Allah selalu bersamaku," kata Isya.

Anak dari pasangan almarhum Irian Bakti dan Rosani Ginting ini berharap menjadi pribadi yang lebih baik dan menjadi kebanggaan orang-orang di sekitarnya.

" Bismillah semoga bisa selalu istiqomah. Semua kebaikan yang diberikan Allah aku berusaha selalu mensyukurinya dengan terus mengingatnya di setiap kondisiku. Karena Allah yang membuatku yakin menjalani hidup," harap Isya. 

Beri Komentar