Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Liputan6.com)
Dream - Kisah sedih melanda satu keluarga bidan di Ponorogo, Jawa Timur. Bidan bernama Endang Mutyaningsih tersebut meninggal karena Covid-19, disusul ayah dan ibunya beberapa hari setelahnya.
Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan bidan yang biasa berdinas di Puskesmas Nailan, Kecamatan Slahung itu sempat dirawat di ruang ICU RSU Muhammadiyah Ponorogo. Bidan itu mengalami gejala demam, batuk, sesak napas.
Pihak rumah sakit sempat merontgen yang bersangkutan. Didapati bidan tersebut mengalami pneumoni bilateral.
" Setelah tiga hari dirawat, beliau meninggal pada Selasa (29 Desember 2020) lalu," ujar Ipong, dikutip dari Pojoksatu.
Dua hari kemudian, tepatnya pada Kamis, 31 Desember 2020, ibu dari bidan tersebut juga meninggal dunia. Pasien yang bersangkutan terserang Covid-19.
Ibu dari Endang juga sempat dirawat intensif selama dua hari di RSU Muhammadiyah. Yang bersangkutan mengalami keluhan demam, batuk, sesak napas dengan gambaran rontgen pneumoni bilateral.
" Beliau adalah ibunda dari almarhumah bidan Puskesmas Nailan yang saya sampaikan," kata Ipong.
Keesokan harinya, tepatnya pada Jumat, 1 Januari 2021, giliran ayah dari sang bidan meninggal dunia. Penyebabnya juga karena terpapar Covid-19.
" Ketiganya merupakan pasien Covid-19 dengan gejala berat yang dirawat di RS namun tidak dapat bertahan dan akhirnya meninggal dunia," ucap Ipong.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya