Dikritik Pedas, Mantan Danjen Kopassus Beri Jawaban Santun tapi Menohok

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 2 Januari 2021 18:30
Dikritik Pedas, Mantan Danjen Kopassus Beri Jawaban Santun tapi Menohok
"Kelak kamu juga akan sadar," kang mantan Danjen Kopassus itu membalas pembuat cuitan tersebut

Dream - Cuitan mantan kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono ramai di platform Twitter. Mantan Pandam Jaya itu membalas komentar dari akun @NataliusPagai2 yang diduga menyebutnya sebagai dedengkot tua.

Dengan balasan bernada santun namun menohok, cuitan mantan tentara bintang empat itu meraih dukungan dari para netizen.

Dikutip dari akun @nataliusPigai2 yang menuliskan bio sebagai Member of Human Right Commision 2012-2017, Pigai mengomentari salah satu berita dari situs media online yang membahas pendapat Hendropriyono soal pelarangan organisasi Front Pembela Islam (FPI).

Sambil menunjukan link dari berita tersebut, Pigai mempertanyakan kapasitas Hendropriyono memberikan pernyataan tersebut. " Ortu mau tanya. Kapasitas Bp di Ngr ini sbg apa ya, Penasehat Pres, Pengamat? Aktivis?," komentarnya.

Pagai© Twitter

1 dari 4 halaman

Sindir Dedengkot Tua

Menurutnya, Hendorpriyono sebaiknya membiarkan masalah tersebut menjadi urusan dari generasi yang lebih muda, egaliter, humanis, dan demokrat. Bahkan Nagai menuliskan tak butuh hadirnya dedengkot tua tanpa menyebutnya sosok tersebut.

" Biarkan diurus gen Abad ke 21 yg egaliter, humanis, Demokrat. Km tdk butuh hadirnya dedengkot tua. Sebabnya Wakil Ket BIN & Dubes yg Bp tawar saya tolak mentah2," tulis Pagai sambil mengakhiri komentarnya itu dengan menuliskan kata maaf dan emoticon dua tangan bersimpuh.

Membaca komentar tersebut, Hendropriyono membalas dengan membuat 13 cuitan yang membahas tentang dirinya, masa lalu Pagai, serta arti berjuang. Mantan jenderal ini menuliskan kalimatnya dengan teratur dengan nada santun.

" Buat seorang pejuang tdk ada kata berhenti ananda @NataliusPigai2 Jika negara dlm bahaya, kita hrs membelanya. Harus tanpa hitung untung atau rugi dan muda atau tua," tulis Hendropriyono memulai cuitannya yang sudah diretweet sebanyak 921 kali dan mendapat reaksi 3 ribu tanda suka.

 

2 dari 4 halaman

`Kelak Kamu Juga Akan Sadar`

Menurut Hendropriyono, di masa masih memiliki jabatan dirinya berusaha berjuang dengan kewenangan yang dimilikinya. Kini ketika menjadi rakyat biasa, dia berusaha berjuang dengan mulutnya.

Bahkan saat fisik sudah tak lagi memungkinkan, Hendropriyono berjanji akan berjuang dengan memanjatkan doa. " Begitu bntuk tingkatan iman sy, sbg seorang muslim," tulisnya.

Hendopriyono menegaskan cuitannya sebagai bentuk nasihat agar Pagai tidak terlarut, tersesat, dan menyesal. " Krn sy yakin kalau skrg tdk mau mndengarnya kelak kmu jg akan sadar," katanya.

Diungkapkan mantan Danjen Kopassus itu, dirinya mengenal Pagai sudah sejak lama sebagai sosok pemuda harapan bangsa, yang patriotik, berani, dan pandai. Dia juga sempat menanyakan alasannya tidak ingin menjadi pejabat untuk menyalurkan semua bakat dan potensinya.

" Bukan sy tawari jabatan di pemerintahan, krn sy tdk pny kewenangan apapun apalagi sbg formatur," tulisnya

 

3 dari 4 halaman

Dulu Terkesan

Sebagai sosok patriotik dan cerdas, Hendropriyono memuji sikap Pagai yang mengkritik ide separatisme dengan mengungkapkan cita-citanya menjadi presiden RI.

Perkenalan pertamanya terjadi saat Pagai menjadi komisioner Komnas HAM di sebuah restoran di Teuku Umar, Jakarta. " Dgn bersemangat kmu menawarkan jasa, utk membela saya dlm kasus Talangsari," tuturnya.

Namun permintaan tersebut tak ditanggapi Hendropriyono karena merasa kasusnya sudah selesai secara hukum dan Islami (Islah,red).

 

4 dari 4 halaman

Kini Berubah 180 Derajat

Lama tak bertemu usai tak memegang jabatan lagi, Hendropriyono justru terkejut dengan perubahan Pagai yang disebutnya berubah 180 derajat.

" Selain patriotisme dan kepandaianmu, moralmu juga sangat merosot. Sopan santun dan akal budimu lenyap, krn ditelan kekecewaan sbg penganggur yg tak terakomodasi di tempat yg kmu inginkan," tulis Hendropiyono.

Di cuitan lainnya, Hendropriyono menyampaikan terima kasih atas penghinaan yang sudah terlontar dari Pakai. Sebagai orang tua, Hendrorpiyono mengatakan takkan pernah menyakiti Pagai.

" Sy berhrap agar pikiranmu jgn ksana kmari terus, utk mncari pengakuan atau kedudukan. Pegang teguh prinsip agar lbh bnyk orang menghargai kamu, shg kmu mndapat tmpt yg terhormat di masyarakat," pinta Hendropriyono.

(Sah, Sumber: Twitter @edo751945)

Beri Komentar