Bolehkah Manfaatkan Uang Cukai Minuman Keras dalam Islam?

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 6 Februari 2017 20:02
Bolehkah Manfaatkan Uang Cukai Minuman Keras dalam Islam?
Penerapan cukai pada minuman keras adalah untuk menekan peredaran barang haram tersebut, tetapi apakah hukum pemanfaatannya?

Dream - Sudah menjadi pemahaman umum minuman keras adalah benda yang mengandung keburukan. Dalam Islam, barang ini jelas diharamkan.

Tetapi, tidak bisa dipungkiri minuman keras masih dijual di tempat-tempat tertentu. Bahkan, pemerintah menerapkan pungutan wajib dalam bentuk cukai.

Lantas, bagaimana hukumnya pemanfaatan cukai minuman keras, mengingat cukai memberikan pemasukan negara yang tidak sedikit.

Dikutip dari rubrik Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama, para ulama sepakat minuman keras adalah barang haram dan hasil jual beli atas barang ini juga haram.

Tetapi, antara cukai dengan harga minuman keras merupakan dua hal yang berbeda. Jika harga minuman keras (tsamanul khamr) merupakan manfaat yang diambil dari jual beli, maka berbeda dengan cukai.

Mengenai harga, dijelaskan dalam kitab Al Mawsu'atuk Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah.

" Tsaman atau harga adalah sesuatu yang diberikan pembeli (kepada penjual) berupa pengganti atas barang yang dijual."

Sementara cukai merupakan pungutan yang dimaksudkan untuk menekan dan mengendalikan peredaran minuman keras. Selain itu cukai juga dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya penyalahgunaan minuman keras.

Selengkapnya...

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis