Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Omar Bokan Pria Tampan Yang Diusir Dari Arab Saudi
Dream - Ketampanan pria kerap kali menyihir para perempuan. Di Arab Saudi, masih lekat ingatan saat Omar Bokan yang diusir dari Arab Saudi karena ketampanannya.
Di zaman kekhalifahan Umar bin Khatab, ketampanan seseorang pernah membuatnya gelisah. Dalam suatu kisah, saat blusukan ke pelosok Madinah, Umar mengalami peristiwa yang mengganjal. Dia mendengar seorang perempuan bersenandung dengan lirik yang aneh.
" Adakah jalan untuk minuman keras. Dan aku akan meminumnya. Atau adakah jalan kepada Nashr bin Hajjaj?" kata perempuan itu.
Setelah mendengar nyanyian tersebut, Umar mencari tahu siapakah Nashr bin Hajjaj. Setelah mendapat informasi, barulah dia memanggil pemuda bernama Nashr bin Hajjaj.
Ternyata, Nashr bin Hajjaj memiliki wajah yang memang tampan. Nashr yang berambut panjang pun dia minta memotongnya dan mengenakan ikat rambut, namun wajah Nashr makin terlihat tampan.
Demi kebaikan Nashr, Umar memerintahkannya untuk bergabung dengan pasukan tentara di Bashrah.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, muncul sosok tampan yang menjadi pergunjingan para perempuan. Sosok tersebut yaitu Abu Dzuaib.
Merasa ganjil, Abu Dzuaib pun meminta Umar mengirimnya ke medan pertempuran. " Jika aku harus berangkat. Susulkan aku pada sepupuku," kata Abu Dzuaib.
Belakangan diketahui, Nashr dan Abu Dzuaib memiliki ikatan persaudaraan.
Ternyata ada alasan tersendiri Umar memerintahkan keduanya untuk pergi ke medan perang. Tujuannya, agar mereka berdua terselamatkan dari fitnah wanita dan menggabungkan mereka dengan barisan calon syuhada.
Untuk membaca selengkapnya klik tautan berikut ini
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya