Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Wali Kota Bogor, Bima Arya Jalani Karantina Virus Corona

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 17 Maret 2020 16:14
Wali Kota Bogor, Bima Arya Jalani Karantina Virus Corona
Bima mengaku sempat menjalani pemeriksaan suhu tubuh begitu mendarat di Indonesia. Hasil pemeriksaan menyatakan...

Dream - Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, resmi menjalani karantina mulai Selasa, 17 Maret 2020. Bima mengikuti instruksi dari Kementerian Kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

" Saya ikuti instruksi dari Kemenkes dan Dinkes walaupun sampai saat ini tidak ada gejala, saya sehat," ujar Bima, dikutip dari Merdeka.com.

Bima mengaku sempat menjalani pemeriksaan suhu tubuh begitu mendarat di Indonesia. Hasil pemeriksaan menyatakan Bima dalam keadaan normal.

" Tapi untuk antisipasi tetap saya harus dipantau," kata Bima.

Selama 14 hari ke depan, Bima melaksanakan tugas dari rumahnya. Dia terus memonitor kondisi Kota Bogor dan memberikan arahan kepada dinas, camat hingga lurah melalui teleconference.

" Pak Gubernur sebetulnya meminita saya untuk ikut proaktif tes yang hasilnya bisa diketahui dalam 5-6 jam tanpa harus menunggu 14 hari. Jadi kalau hasil sudah ada, saya bisa turun lagi ke lapangan," kata dia.

 

1 dari 7 halaman

30 Warga Kota Bogor Berstatus ODP

Bima masuk daftar Orang Dalam Pantauan (ODP) karena baru bepergian ke Azerbaijan yang terdapat satu kasus positif infeksi virus corona. Dia kembali ke Kota Bogor pada Senin petang, 16 Maret 2020.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno, mengatakan terdapat 30 orang ditetapkan dalam pemantauan. 20 orang dinyatakan sehat dan melewati masa inkubasi, sementara sisanya masih dalam pemantauan.

" Termasuk lima ODP baru yang baru kembali dari Azerbaijan, salah satunya Pak Wali Kota," kata Retno.

Sementara, ada satu Pasien Dalam Pemantauan (PDP), diketahui memiliki riwayat kontak langsung dengan kasus positif virus corona. Saat ini, pasien tersebut dalam pengawasan di salah satu rumah sakit di Kecamatan Tanah Sareal.

Sumber: Merdeka.com/Rasyid Ali

2 dari 7 halaman

Pasien Pertama Covid-19 di Indonesia Sembuh: 'Jangan Panik.. Ada Gusti Allah'

Dream - Tiga orang pasien positif virus corona yang diperkenalkan ke masyarakat sebagai ksus 1, 2 dan 3, dinyatakan telah sembuh sepenuhnya. Hasil tes terakhir menyatakan ketiganya negatif dari virus corona baru, Covid-19.

Pasien kasus-1 mengaku bersyukur bisa menjalani karantina di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso. Sebab, tim medis memberikan layanan perawatan yang sangat cekatan.

" Saya bersyukur diisolasi di Rumah Sakit Sulianti Saroso, baik dokter, perawat, pekerja lab telah melayani saya," ujar pasien kasus 1 dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Senin 16 Maret 2020.

Pasien tersebut juga bangga kepada tim medis RSPI. Dia merasakan betul bagaimana layanan yang diberikan selama 24 jam penuh.

" Saya berharap pemerintah memberikan penghargaan, insentif, untuk mereka yang telah 24 jam bekerja sebagai garda terdepan," kata dia.

Tak hanya itu, dia juga mengaku bangga dengan kekompakan masyarakat yang tinggal di Perumahan Studio Alam Indah. Terutama ketua RT yang turut berusaha menenangkan publik.

" Warga Depok jangan panik. Kalau kita panik, imun akan turun. Karena kita ada Gusti Allah," kata dia.

3 dari 7 halaman

Penyesalan Pria yang Remehkan Virus Corona: Saya Bodoh, Terlalu Percaya Diri!

Dream - Di tengah pandemi virus corona jenis baru, Covid-19, semua orang harus lebih waspada, meski tidak boleh panik. Jangan pernah meremehkan, apalagi merasa tidak pernah akan terjangkit virus tersebut karena telah menerapkan hidup sehat.

Virus ini bisa menjangkiti siapa saja. Dengarlah kisah Park Hyun, sebagaimana dimuat South China Morning Post. Pria 48 tahun asal Korea Selatan itu baru saja terinfeksi virus Covid-19. Padahal, dia rutin pergi ke gym untuk berolahraga. Lima hari dalam seminggu.

Park bahkan selalu menjaga kebersihan. Dia mencuci tangan kapan saja. Bahkan South China Morning Post menyebut Park cenderung berlebihan menggunakan sanitizer. Dia merasa aman. Tapi, Park --seperti kita semua-- tetap tidak tahu kapan bisa terjangkit virus itu.

Melalui Facebook, Park, yang saat ini telah pulih, menulis pengalamannya terinfeksi virus corona, " untuk membantu teman-teman dan orang-oran tercinta menangkal virus yang sangat menular ini."

4 dari 7 halaman

"Saya Naif dan Bodoh"

Korea Selatan memang sedang berperang melawan virus corona jenis baru ini. Hingga kini sudah lebih 8.000 orang terinfeksi dan 72 di antaranya meninggal dunia.

" Kita harus berhati-hati! Tetapi jangan panik dan jangan takut," tulis Park.

" Saya naif dan bodoh berpikir bahwa [wabah] bukan masalah saya. Ya, seperti biasa, aku terlalu percaya diri," tambah dia.

Kota Busan, yang menjadi tempat tinggal Park, melaporkan kasus pertama positif virus corona jenis baru pada 21 Februari. Pada hari itu juga dia merasa tenggorokannya sakit ringan. Dia juga mengalami batuk kering yang ringan.

Dua hari kemudian, dia merasakan dadanya sesak, meski hanya ringan saja. Dia kemudian memutuskan untuk tinggal di rumah. Tidak pergi ke tempat gym. " Bukan karena merasa tidak sehat, tapi kerana ada pasien virus corona yang dilaporkan tinggal di dekat rumahku."

5 dari 7 halaman

Makin Hari Gejalanya

Pada 24 Februari pagi, dia mengalami masalah pernapasan. Park mulai takut karena Gereja Oncheon, tempat kelompok pasien di Busan tertular virus corona, berada di lingkungannya.

Jadilah dia panik dan menelepon otoritas kesehatan. Pada telepon pertama, dia disarankan tidak perlu melakukan tes virus corona hanya karena ada antrean panjang di pusat tes. Selain itu dinilai berisiko tertular. Gejala Park kala itu juga belum menunjukkan tingkat yang serius.

Namun makin hari gejala yang dialami Park semakin buruk. Saat menelepon untuk ketiga kalinya, Park disarankan ke rumah sakit terdekat untuk melakukan tes.

Pagi-pagi sekali Park ke rumah sakit untuk memeriksakan diri. Tapi saat itu antrean sudah mengular. Semua hendak tes virus corona. Dia diberi tahu bakal mengantre sekitar empat jam.

" Setelah 30 menit menunggu di antrean, saya kesulitan bernapas (tersengal) lagi dan jatuh, kepalaku membentur lantai," tulis Park. Dia kemudian dirawat karena luka di kepala dan menjalani tes virus corona.

6 dari 7 halaman

"Merasa Sangat Lapar"

Park kemudian mengarantina diri dan hari berikutnya mendapat pesan singkat dari rumah sakit yang mengabarkan hasil tes menunjukkan dirinya positif terinfeksi virus corona.

Setelah menerima konfirmasi itu, dia tetap tinggal di rumah selama 24 jam sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit. Petugas kesehatan kemudian mewawancarainya untuk melacak pergerakannya serta mengetahui orang-orang yang berinteraksi dengannya.

Selama wawancara itulah kondisi Park memburuk dan akhirnya pada tengah malam ditempatkan di karantina unit gawat darurat Kosin University Gospel Hospital. Dia mendapat perawatan dan sejumlah tes sebelum akhirnya dipasang alat bantu pernapasan.

" Saya merasa sakit seperti terbakar di dada dan perut, meskipun saya tidak yakin apakah karena reaksi obat atau karena virus," tulis Park.

" Saya mengalami sedikit demam dan kondisi saya tidak stabil. Pertama saya merasa seperti ditimpa piringan besi, menekan dada saya. Rasa sakit yang menusuk secara bertahap mereda sampai terasa seolah seseorang meremas dadaku dengan keras," tambah dia.

" Saya terkadang merasa sangat lapar. Saya tahu saya harus makan agar bertahan tapi sangat sulit untuk menelan karena saya kesulitan bernapas."

7 dari 7 halaman

Dua Pekan Dikarantina

Dia disuruh beristirahat selama sembilan hari selama dirawat dan kini genap 14 hari di karantina dan dinyatakan pulih.

Park mengatakan semua orang yang dia hubungi seminggu sebelum dia dirawat di rumah sakit, termasuk ibu dan saudara perempuannya, telah dites dan hasilnya negatif virus corona.

Dia berterima kasih kepada staf medis yang merawatnya. Dia merasa diperlakukan seperti keluarga oleh para perawat. Mereka, " melakukan yang terbaik untuk menghindari menyebabkan rasa sakit yang tidak perlu sambil merawat pasien dengan suntikan, membawa makanan kepada mereka dan bahkan membersihkan kamar mereka."

Beri Komentar