Buat Sejarah, Raja Salman Bolehkan Wanita Saudi Menyetir Mobil

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 27 September 2017 18:02
Buat Sejarah, Raja Salman Bolehkan Wanita Saudi Menyetir Mobil
Selama ini, larangan wanita mengemudi hanya berdasar tradisi tanpa ada dasar hukum yang aktual.

Dream - Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud membuat keputusan yang dianggap bersejarah. Pada Selasa kemarin (26 Sepetmber 2017), Raja Salman mengeluarkan perintah dibolehkannya para wanita menyetir kendaraan.

Keputusan tertinggi itu diterbitkan melalui pernyataan resmi kerajaan yang disiarkan oleh kantor berita resmi negara, Saudi Press Agency (SPA).

" Keputusan kerajaan tersebut akan diterapkan sebagai peraturan lalu lintas, termasuk memberikan izin mengemudi bagi pria dan wanita," demikian laporan SPA, dikutip dari arabnews.com, Rabu, 27 September 2017.

Raja Salman juga memerintahkan dibentuknya dewan menteri untuk mengawal pelaksanaan keputusan tersebut selama 30 hari sejak dibacakan. Juga untuk memastikan perintah tersebut berjalan sepenuhnya pada Juni 2018.

Keputusan tersebut dikeluarkan berdasarkan beberapa pertimbangan seperti dampak negatif dari tidak dibolehkannya wanita mengemudikan kendaraan, serta dampak positif yang mungkin terjadi jika mereka diizinkan. Meski demikian, hal itu tetap mengacu pada hukum Islam.

Sebelumnya, larangan wanita mengemudi hanya menjadi isu sosial. Sebabnya, tidak ada produk hukum aktual atau fatwa terkait larangan ini.

Selama bertahun-tahun, topik ini menjadi pusat perdebatan di antara pemerintah, media, dan masyarakat.

Keputusan ini mendapat dukungan dari sejumlah pejabat Saudi. Salah satunya dari Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat, Pangeran Khaled bin Salman.

Pangeran Khaled menyatakan keputusan membolehkan wanita mengemudi merupakan langkah besar.

" Ini tidak sekadar perubahan sosial, ini bagian dari reformasi ekonomi," kata Pangeran Khaled.

" Pemimpin kami meyakini ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perubahan karena di Arab Saudi, kami punya masyarakat muda yang dinamis dan terbuka," lanjut dia.

Selanjutnya, Pangeran Khaled menyatakan kaum hawa tidak membutuhkan izin dari penegak hukum untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Lebih jauh, jika para wanita memiliki SIM dari negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk, mereka juga bisa mengemudi di Arab Saudi.(Sah)

Beri Komentar