Buat Video Rohingya, Miss Grand Myanmar Kehilangan `Mahkota`

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 4 Oktober 2017 17:02
Buat Video Rohingya, Miss Grand Myanmar Kehilangan `Mahkota`
Dia dianggap tidak layak menjadi panutan.

Dream - Miss Grand Myanmar 2017, Shwe Eain Si, harus kehilangan mahkotanya setelah membuat video kekerasan di Negara Bagian Rakhine. Video itu menggambarkan tentang keterlibatan milisi Rohingya dalam konflik tersebut.

Dikutip dari BBC, gelar Miss Grand Myanmar didapat Shwe Eain awal tahun ini. Namun penyelenggara ajang Miss Grand Myanmar, Hello Madam, memutuskan menarik kembali gelar tersebut dengan alasan tindakan Shwe Eain melanggar kontrak.

Keputusan tersebut diumumkan pada Minggu, 1 Oktober 2017. Alasannya, rekaman video kekerasan yang dibuat Shwe Eain menjadikannya tidak layak dianggap sebagai panutan.

Lewan status Facebooknya yang diunggahnya, Selasa (3 Oktober 2017), Shwe Eain membuat pembelaan.

" Ya, Shwe Eain Si membuat video tentang teror yang disebabkan oleh gerilyawan Arsa (milisi Rohingya) di Negara Bagian Rakhine, namun itu tidak bisa dijadikan syarat untuk menyatakan kegagalan dalam memenuhi kriteria konteskan kecantikan yang layak," tulis Shwe Eain.

" Merupakan kewajiban bagi setiap warga negara menggunakan ketenarannya untuk mengungkap kebenaran bagi negaranya," lanjut dia.

Tetapi, Direktur Hello Madam Soe Yu Wai mengatakan keputusan penarikan gelar itu bukan karena video yang dibuat Shwe Eain. Dia mengklaim pencabutan itu dilakukan sebelum video tersebut beredar.

Dalam video yang diunggah di akun Facebooknya pekan lalu, Shwe Eain mengatakan serangan Arsa tidak sebanding. Dia menuduh kelompok milisi Rohingya itu telah merekayasa pemberitaan media.

" Sehingga teror dan kekerasan itu sendiri seolah menempatkan mereka sebagai pihak yang tertindas," kata Shwe Eain.

(Sah)

Beri Komentar