Bukti Kuat Didapat, Tersangka Pembunuh Mirna Ketakutan

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 26 Januari 2016 13:02
Bukti Kuat Didapat, Tersangka Pembunuh Mirna Ketakutan
"Dari 300 kasus racun di dunia, 90 persen pelakunya tidak mengaku. Maka, polisinya harus lebih pintar dari pelakunya".

Dream - Polda Metro Jaya terus menggali fakta untuk mengungkap kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Meski telah cukup mendapatkan empat alat bukti, polisi masih enggan meningkatkan kasus penyelidikan kasus Mirna menjadi penetapan tersangka.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti, penyidik masih berhati-hati untuk menetapkan tersangka. Kehati-hatian ini, kata dia, karena terus mengumpulkan analisa dari saksi-saksi ahli.

" Kami harus hati-hati. Sebab, keterangan kami itu nanti bisa jadi senjata pelaku untuk melawan," kata Krishna di Polda Metro Jaya, Senin kemarin.

Krishna menambahkan, pengungkapan kasus kematian ini memerlukan penanganan yang berbeda. Sebab, dari data yang didapatkannya, hanya 10 persen pelaku yang mengakui meracuni korbannya.

" Dari 300 kasus racun di dunia, 90 persen pelakunya tidak mengaku. Maka, polisinya harus lebih pintar dari pelakunya," ucap dia.

Untuk memperkuat penetapan tersangka, penyidik akan memantapkan keterangan delapan hingga sembilan keterangan ahli. Upaya ini dilakukan, agar dakwaan yang diajukan tidak terbantahkan di pengadilan.

" Kemungkinan ada delapan hingga sembilan keterangan ahli. Segala metodologi penyelidikan kami kuatkan untuk menjerat pelaku agar tidak terbantahkan saat di pengadilan," kata dia. (Ism)

1 dari 4 halaman

Hani Memilih Bungkam

Dream - Hani, saksi kunci kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin, telah diperiksa kembali oleh penyidi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pada Senin malam kemarin.

Hani yang ditemani kawan perempuannya berbaju putih masih bungkam perihal pemeriksaan yang dilakukan kepadanya. Hani terus menutupi wajahnya. Ia memilih bungkam dan menghindar dari awak media.

Menurut keterangan Direskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi, Krishna Murti, Hani dipanggil untuk menggali keterangan tambahan. Sebab, Hani lupa dengan beberapa peristiwa tewasnya Mirna karena panik.

" Untuk mengingatkan, kami tunjukkan beberapa rekaman CCTV. Dengan rekaman itu, dapat membantu mengingatkan yang bersangkutan ada," kata Krishna.

Menurut Krishna, keterangan tambahan yang diberikan Hani sangat berguna bagi penyidik. Dia menegaskan, keterangan Hani sangat berguna untuk mengembangkan penyelidikan polisi.

" Tambahan satu, dua, tiga keterangan saja bagi kami signifikan. Ini kan ada keadaan yang terkondisikan," ujar dia.

Dengan tambahan keterangan Hani, polisi mengaku memiliki cukup bukti untuk membawa kasus Mirna untuk diekspose ke Kejaksaan Tinggi, Selasa, 26 Januari 2016. Meski begitu, Krishna enggan memberikan kepastian keterangan apa saja yang dipaparkan Hani.

" Hani itu manis karena artinya madu," kata Krishna berseloroh sembari berlalu. (Ism) 

2 dari 4 halaman

Pengakuan Hani Berbeda dari Kronologi Versi Polisi

Dream - Siang ini, kepolisian Polda Metro Jaya kembali memanggil salah satu saksi kunci kasus kematian kasus Wayan Mirna Salihin. Polisi memanggil memanggil teman dekat Mirna yang juga berada di lokasi kejadian, Hani.

Menurut keterangan sopirnya, Hani datang pukul 11.15 WIB dan keluar dari ruang pemeriksaan pada pukul 1.20 WIB. Wajah Hani sempat luput dari pantauan awak media yang menunggu di depan lorong Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya.

Usai diperiksa di Hani sempat menuju ruang piket Divisi Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya. Di sana barulah nampak Hani dan seorang kawannya.

Dalam laporan pemeriksaan itu, Hani ditemani seorang kawan. Hani yang memakai baju pink dan rok hitam bermotif polkadot putih tampak terus menutupi wajahnya dari sorotan kamera.

Hani tak menjawab satupun pertanyaan dari awak media. Dibantu kawannya, ia langsung menuju mobil Honda New-CRV bernomor polisi B 828 TON.

Pemanggilan Hani, dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Krishna Murti. Menurut dia, Hani diperiksa untuk dimintai keterangan tambahan.

" Benar hari ini kami memanggil saksi kunci lain yaitu Hani. Dia, kami panggil untuk mengulang keterangan Hani, karena ada keterangan Hani yang berbeda dengan hasil kronologi yang kami dapatkan," kata dia, Senin, 25 Januari 2016. (Ism) 

3 dari 4 halaman

Polisi Kantongi Bukti Kuat Kematian Mirna

Dream - Penyidik Polda Metro Jaya sudah mengumpulkan semua bukti yang terkait dengan kematian Wayan Mirna Salihin.

" Semua alat bukti yang kami cari, saat ini sudah dikumpulkan dan sudah kami dapat," kata Kepala Humas Polda Metro Jaya , Komisaris Besar Polisi, Mohammad Iqbal.

Dijelaskan Iqbal  penyidik juga telah melakukan gelar perkara yang melibatkan para ahli mulai dari psikolog, puslabfor dan lainnya.

" Semuanya sudah tuntas. Saat ini kami tinggal menunggu rekomendasi surat secara resmi. Itu diperlukan untuk penyidik melangkah maju," ujarnya.

Hari ini, kata dia, penyidik akan berkoordinasi dengan Kejaksaan yang kemudian diharapkan bisa diekspose.

" Bagaimana hasil ekspose itu mudah-mudahan penyidik sudah bisa melangkah menetapkan siapa tersangkanya," ujar dia.

Iqbal menuturkan, penyidik tidak ingin menggiring opini siapa pelaku dalam kasus ini. Oleh karena itu akan diuji terlebih dahulu semuanya di Kejaksaan. " Sehingga dalam tahap persidangan nanti tidak ada lagi bantahan" .

Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo menegaskan, kliennya tidak terlibat dalam kasus kematian Mirna. " Jessica tidak mungkin melakukan hal itu. Kita menyerahkan semuanya ke penyidik untuk bisa mengungkap siapa pelakunya."

Diketahui, Wayan Mirna Salihin tewas usai minum es kopi Vietnam di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, 6 Januari lalu. Dalam kopi Mirna ditemukan racun sianida seberat tiga gram. (Ism) 

4 dari 4 halaman

Hasil Tes Forensik Ungkap Pembunuh Mirna

Dream - Kepolisian Polda Metro Jaya bersiap melakukan ekspose kasus Mirna ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti mengatakan, kepastian itu didapat setelah hasil tes Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah selesai.

" Alhamdulillah, hasil Puslabfor sudah ditanda tangani dan sekarang dalam perjalanan ke Polda Metro Jaya. Saya akan baca hasil Puslabfor, setelah itu saya akan gelar persiapan ekspose ke Kejaksaan Tinggi," kata Krishna, Senin 25 Januari 2016.

Menurut Krishna, penyidik kini telah mengantongi beberapa alat bukti dan keterangan saksi ahli. Dia menambahkan, keterangan alat bukti dan saksi ahli itu akan menjadi modal untuk membawa kasus kematian Wayan Mirna Salihin ke pengadilan.

" Keterangan terdakwa dalam pembuktian 148 KUHAP atau hal penyidikan keterangan tersangka itu bisa diabaikan. Kami menggunakan teori conditio sine qua non yang umum dipakai dalam hukum pidana," ujar dia menjelaskan.

Penyidik telah memiliki alat bukti konstruksi peristiwa. Sehingga, ia yakin mengenai penetapan tersangka kasus Mirna.

" Namun kami harus ekspose dengan JPU (Jaksa Penuntut Umum). Kami akan tunjukkan satu petunjuk atau barang bukti yang signifikan. Nantinya akan diuji dan petunjuk apa yang disarankan jaksa. Setelah itu kami akan melakukan gelar perkara," kata dia.

Beri Komentar