Presiden Desak Vaksinasi Booster Covid-19 Dilakukan Awal 2022

Reporter : Arini Saadah
Selasa, 19 Oktober 2021 11:01
Presiden Desak Vaksinasi Booster Covid-19 Dilakukan Awal 2022
Untuk mengatasi gelombang ketiga di Indonesia pemerintah terus menggencarkan cakupan vaksinasi. Ketersediaan dosis vaksin pun juga akan terus ditambah.

Dream – Presiden Jokowi meminta agar tahapan vaksinasi booster untuk masyarakat umum bisa digelar pada tahun 2022. Saat ini vaksinasi booster baru diwajibkan kepada seluruh Tenaga Kesehatan (Nakes) untuk menjaga tingkat imunitas terhadap Covid-19.

" Untuk vaksin booster, arahan bapak presiden tadi, diharapkan bisa dilaksanakan di awal tahun depan," ungkap Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers PPKM secara virtual, Senin, 18 Oktober 2021 dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Airlangga mengungkapkan presiden telah meminta jajaran menteri terkait untuk segera mempersiapkan skema vaksinasi Covid-19 ketiga tersebut. Tak hanya bagi penerima bantuan iuran (PBI), skema juga harus sudah dipersiapkan untuk non-PBI.

" Jadi diminta untuk dipersiapkan mekanismenya yang berbasis PBI dan non-PBI," katanya.

Ilustrasi© Merdeka.com

Lebih lanjut, Airlangga juga menambahkan upaya vaksinasi akan terus digencarkan pemerintah untuk mengantisipasi kemungkinan datangnya gelombang ketiga pandemi Covid-19. Upaya itu dilakukan berbarengan dengan menambah ketersediaan dosis vaksin.

" Terkait kesiapan tentunya akan dipersiapkan dengan protokol dan menambah vaksin coverage, vaksin diperluas," ujarnya.

 

1 dari 2 halaman

Tembus 2 Juta Suntikan per Hari

Ilustrasi© Freepik.com

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, per 18 Oktober 2021, vaksinasi di Indonesia sudah mencapai 172 juta dosis atau hampir 52 persen dari target.

Sebanyak 108 juta rakyat sudah mendapat vaksinasi dosis pertama. Sementara 63 juta orang sudah mendapatkan akses vaksinasi lengkap atau dosis kedua.

Ia mengatakan, Indonesia sudah mampu mencapai target vaksinasi dua juta suntikan per hari selama enam hari di bulan September dan Oktober.

“ Sesuai arahan presiden, kita sudah menembus angka 2 juta suntikan per hari selama enam hari,” terangnya.

2 dari 2 halaman

Target 300 Juta Suntikan

Menkes Budi juga menambahkan, dengan laju vaksinasi tersebut diperkirakan akhir tahun bisa mendekati target 300 juta suntikan. Yaitu 168 juta rakyat sudah mendapat vaksin dosis pertama dan 122 juta orang aka mendapat vaksin Covid-19 dosis kedua.

“ Dengan laju seperti ini diperkirakan sampai dengan akhir tahun kita bisa mendekati 300 juta suntikan, dan 168 juta rakyat sudah disuntik dari target 208 juta atau 8,5 persen sudah mendapat dosisi pertama,” katanya.

“ Perkirakan dosis kedua bisa menyentuh angka 122 juta orang atau sekitar 59 persen dari target populasi 208 juta orang,” imbuhnya.

Menkes mengingatkan agar dipercepat di ibukota dan provinsi yang masih rendah angka vaksinasi Covid-19. Terlebih bagi daerah-daerah yang padat penduduk serta daerah yang akan mengadakan acara besar seperti di Mandalika.

“ Agar dipercepat ibukota provinsi yang vaksinasinya masih rendah, dan kota padat penduduk, serta yang akan mengadakan acara besar,” pungkasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat

Beri Komentar