Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Salah Satu Petugas (Foto : Ilman/Dream)
Dream - Proses evakuasi korban pasca bencana bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah saat ini sudah dihentikan. Sementara itu, petugas masih tetap bekerja membersihkan puing bangunan dan fasilitas lain yang roboh.
Salah satu kesibukan yang terlihat, yakni pembersihan puing jembatan Ponulele atau lebih dikenal jembatan kuning yang berada di Palu. Salah satu petugas bernama Iksan mengatakan, proses evakuasi itu ditargetkan harus selesai pada 5 November 2018.

Foto : Ilman/Dream
Meski demikian, ia tidak mengetahui jembatan itu akan dibangun kembali atau tidak. " Entah mau rekonstruksi lagi belum tahu, tapi sekarang bersihin dulu. Ini sudah seminggu," kata Iksan saat berbincang dengan Dream di lokasi, Sabtu 27 Oktober 2018.
Iksan berujar, berbagai kendala saat membersihkan puing jembatan kuning itu sering muncul. Mulai dari derasnya air ombak sungai yang mengarah langsung ke laut, hingga sering munculnya buaya di perairan tersebut.
Berdasarkan penuturan warga, kata Iksan, konon di lokasi sebelum dibangun jembatan kuning terdapat lubang buaya. Tak jarang para petugas menjumpai buaya berenang santai di sekitar lokasi pembersihan jembatan.
Suatu ketika, buaya itu sempat naik ke jembatan dan bersantai di atas aspal bekas jalan raya seolah ingin berkenalan dan menemani petugas.
" Waktu itu buaya sempat naik ke jembatan malah," ucap dia.

Foto : Ilman/Dream
Kabar adanya buaya itu rupanya tak hanya bualan semata. Ketika jurnalis Dream berada di lokasi juga melihat satu buaya yang sedang bersantai di tengah sungai.
Selain sering berjumpa dengan buaya, petugas juga pernah menemukan paru-paru manusia hanyut terbawa ombak. " Kemarin baru kita temukan paru-paru," ujar dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya