Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Sciencealert.com/EEF Expeditions
Dream - Sebuah tim arkeolog telah menemukan peninggalan yang disebut sebagai bangkai kapal tertua. Bangkai kapal ini ditemukan sekitar 2.000 meter di bawah perairan Laut Hitam.
Menurut Jon Adams, arkolog dari Universitas Southampton di Inggris, bangkai kapal yang kondisinya masih bagus itu diperkirakan berusia sekitar 2.400 tahun.
Panjang kapal yang diduga berasal dari era Yunani Kuno itu sekitar 23 meter. Kapal tersebut mungkin adalah kapal dagang meskipun belum diketahui tentang muatannya.

Kapal itu ditemukan dalam posisi miring. Tiang, kemudi, dan bangku-bangku untuk mendayung kapal, masih tetap berada di tempatnya.
Tidak hanya itu saja. Bahkan sisa tulang-belulang ikan yang dimakan oleh para awak kapal tersebut masih terlihat dengan jelas.
" Sebuah kapal, yang masih utuh, dari zaman kuno, terbaring di lebih dari dua kilometer di bawah air, merupakan sesuatu yang mungkin saya tidak akan pernah mempercayainya," kata John yang mengepalai proyek penelitian ini.
Potongan kecil dari bangkai kapal tersebut telah diambil oleh robot penyelam untuk dianalisis usianya menggunakan metode penanggalan radiokarbon.
“ Penemuan ini akan mengubah cara pandang kita soal pembuatan kapal dan penjelajahan lautan di zaman kuno,” tambah John.
Ada dua alasan mengapa kapal itu ditemukan masih dalam kondisi yang baik. Pertama, ia tenggelam ke dalam perairan anoxic yaitu perairan dengan tingkat oksigen yang sudah habis yang seharusnya menyebabkan kehancuran kapal selama bertahun-tahun.
Kedua, kapal tersebut benar-benar jatuh di kedalaman yang sangat dalam, di luar jangkauan penyelam dan pemburu harta karun.
Desain kapal tersebut bisa dibilang serupa dengan kapal yang digambarkan pada tembikar SirenVasedari Yunani Kuno yang sampai sekarang dipamerkan di British Museum.
Temuan ini merupakan bagian dari operasi pengidentifikasian kapal kuno yang tenggelam yang disebut Proyek Arkeologi Maritim Laut Hitam (MAP).
Dalam tiga tahun terakhir MAP telah mengidentifikasi lebih dari 60 kapal yang tenggelam di Laut Hitam.
Para peneliti telah membuat film dokumenter tentang penemuan-penemuan mereka. Selain itu, mereka juga telah mempresentasikan temuan mereka sejauh ini di sebuah konferensi di WellcomeCollection di Inggris.
Sumber: Sciencealert.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya