Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi
Dream - Perilaku 'kids zaman now' seringkali terlihat aneh. Banyak tindakan yang kerap tak masuk di akal.
Di Makassar, Sulawesi Selatan, siswa SD Sudirman III dan SD Gaddong terlibat tawuran gara-gara 'cinta monyet'. Peristiwa itu terjadi pada September 2017.
Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, peristiwa terjadi karena si anak tak terima perempuan yang dia cintai menerima cinta siswa dari SD Gaddong.
"Jadi si perempuan ini memilih si A beda sekolahnya. Dan si laki-laki yang patah hati ini yang nyerang," kata Retno di kantor KPAI, Jakarta, Senin, 18 Desember 2017.
Retno mengatakan buruknya perilaku anak saat ini karena pengaruh media sosial. Selain itu, program siaran televisi yang tidak mendidik kerap membuat siswa sekolah bertindak bak orang dewasa.
"Sinetron pengaruh banget," ucap dia.
Retno mengatakan seharusnya Komisi Pebyiaran Indonesia (KPI) harus memperketat tayangan televisi yang ada di Tanah Air. Tayangan yang mengandung kekerasan dan pornografi seharusnya tidak boleh tayang.
"Tapi memang banyak sinetron kayak gitu ditolak cintanya, lawannya diserang," ucap dia.
(Sah)
© Dream
Dream - Dugaan penganiayaan terhadap siswa sekolah kembali terulang. Dugaan tindak kekerasan itu dialami siswa kelas II SDN Longkewang, Kabupaten Sukabumi, berinisial SR.
Dari informasi yang diunggah akun Facebook Ambbu Abbi, SR meninggal karena dipukuli teman sekelasnya pada Selasa, 8 Agustus 2017 pukul 06.30 WIB.
Menurut keterangan yang diunggah Ambbu, kakak kandung SR Abdurohim mendapat kabar kematian dari teman-teman sekolah SR.
“Saat itu teman-temannya mengadu SR pingsan setelah dipukuli temannya,” kata Abdurohim.
Mendapat kabar itu Abdurohim langsung menuju sekolah. Dia melihat SR terkapar. Abdurohim segera memeriksa denyut nadi adiknya.
“Saat saya pegang sudah tidak berdenyut nadinya,” ucap dia.
© Dream
Kemudian SR di bawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan, namun pihak Puskesmas mengatakan SR sudah meninggal dunia.
Menurut laporan Merdeka.com, Kanit Reskrim Polsek Cibadak Iptu Madun, mengatakan telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan kronologi kematian SR.
"Olah TKP di lapang SDN Longkewang, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan yang kami lakukan ini untuk memperjelas dan mempertajam penyebab kematian SR dan mencari barang bukti lainnya," kata Madun, Rabu, 9 Agustus 2017.
Dari hasil olah TKP, polisi menyebut tidak menemukan barang bukti yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Diduga korban terjatuh saat menghindari lemparan teman-temannya.
Untuk berita selengkapnya klik di sini
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Apa yang Terjadi Jika Semua Hutan di Bumi Hilang? Bukan Cuma Hewan, Kehidupan Manusia Ikut Terancam

Buah Kalengan Ternyata Bisa Menyehatkan, tetapi Perhatikan 2 Hal Ini Sebelum Membelinya
