Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Hajar Akma (Siakapkeli.my)
Dream - Bisa sholat Tarawih berjemaah di masjid tentu merupakan kenikmatan setiap Muslim. Mereka rela pulang kerja lebih awal agar bisa mengikuti Tarawih berjamaah di masjid.
Namun kenikmatan menjalani ibadah itu tak dirasakan semua orang. Seorang ibu muda di Malaysia salah satunya. Dia tidak bisa lagi mengikuti tarawih berjamaah di masjid setelah memiliki momongan.
Namun demikian, wanita yang menumpahkan perasaannya di sosial media itu mengatakan ada hikmah yang dirasakan meski tidak bisa Tarawih di masjid.
Dikutip dari Siakapkeli, wanita bernama Hajar Akma ini menuliskan perasaannya di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian warganet setempat.
" Selama sangat frustasi. Sedang sholat, si Aman duduk di depan ingin jadi imam. Husna sedang berisik dengan mainannya. Dengar satu-satu yang mereka katakan. Hanaa sedang memanjat," tulis Akma.
Saat ingin membuka Alquran, Akma harus mengurus anaknya yang hendak buang air. Ada juga minta air dan susu. Bisa mengisi Ramadan dengan ibadah sangat dia harapkan.
" Saya seperti, ayolah, Ramadan sekali setahun. Tahun depan belum tentu bertemu Ramadan lagi. Sedikit saja waktu untuk khusyuk ibadah. Waktu itu memang bikin sangat frustasi," tulis dia.
Namun demikian, Akma mengatakan kelelahan yang dia alami terhapus ketika melihat wajah anak-anaknya. Dia pun merasa buah hatinya merupakan ladang pahala baginya.
" Mungkin ladang pahala saya berbeda sekarang. Mungkin Ramadan, seorang ibu diuji Allah dengan sabarnya mengurus anak-anak," tulis Akma.
Mungkin, lanjut Akma, seorang ibu hanya bisa sholat sunah 2 rakaat saat malam. " Disempurnakan dengan keikhlasan menyediakan sahur untuk keluarga," ucap dia.
Ketika Ramadan, kata dia, seorang ibu mungkin hanya sempat membaca Alquran di bagian muka saja. " Allah lipat gandakan pahalanya karena hendak baca satu halaman saja perjuangan," tulis dia.
" Tak apa, ibu sayang. Kamu tidak sendiri. Allah Maha Kaya, Allah Maha Tahu. Luruskan niat, ikhlaskan hati," tulis Akma.
(Sah, Sumber: Siakapkeli.my)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya