7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Capres 02 Prabowo Subianto Saat Mendeklarasikan Kemenangan (Foto: Liputan6.com)
Dream - Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mendesak aparat melakukan visum terhadap petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal. Upaya itu untuk mencari penyebab meninggalnya sejumlah petugas KPPS.
" Perlu ada kami rasa suatu visum dan pemeriksaan medis ke petugas yang meninggal," ucap Prabowo, dikutip dari Liputan6.com, Kamis 9 Mei 2019.
Menurut Prabowo, kasus meninggalnya ratusan petugas KPPS baru terjadi kali ini. Dia berharap masalah ini diusut polisi.
" Ini belum pernah terjadi di sejarah Pemilu RI, kami mohon pihak berwajib untuk selesaikan dan usut hal ini," kata dia.
Prabowo turut menyampaikan keprihatinan atas meninggalnya petugas KPPS saat pemilu 2019.
" Atas nama seluruh BPN koalisi adil makmur kami ingin ucapkan belasungkawa yang besar atas meninggalnya yang dilaporkan lebih dari 500 petugas pemilu dari berbagai tingkatan," kata dia.
Kementerian Kesehatan telah mengungkap data penyebab kematian petugas KPPS itu. Menteri Kesehatan, Nina Moeloek, mengutip data Dinas Kesehatan DKI Jakarta, mengatakan, banyak petugas KPPS meninggal karena penyakit yang sudah diidap sebelumnya.
" Memang tidak ada pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Contoh mereka ternyata punya penyakit sebelumnya, namun melihat ternyata orang Indonesia 34 persen hipertensi dan 70 persen tidak mengetahui mereka punya hipertensi. Dari 34 persen ini, hanya 1 persen minum obat. Jadi kita punya potensi kemudian strok," kata Nila.
Nila tak memungkiri adanya faktor kelelahan yang memicu munculnya penyakit itu. " Mungkin sudah punya risiko, tapi betul ditambah pekerjaan lebih berat," kata dia.
Sebanyak 18 petugas pemilu di DKI Jakarta dilaporkan meninggal dunia. Rata-rata yang meninggal berusia di atas 50 tahun.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?