Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Detik-detik Meninggalnya Bocah 180 Kg

Reporter : Puri Yuanita
Rabu, 28 September 2016 10:59
Detik-detik Meninggalnya Bocah 180 Kg
Sebelum meninggal, ternyata bocah 180 kg yang terpaksa disholatkan di mobil ambulans itu sempat...

Dream - Setelah sempat menjadi sorotan publik, Wahid Zaenanda, remaja autis pemilik berat badan 180 kg akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Senin 26 September kemarin.

Sebelum meninggal, Wahid sempat menjalani perawatan di RSUD Kardinah Kota Tegal. Ia mendapat penanganan khusus dari tim medis terkait penyakit obesitasnya.

Namun, ternyata Tuhan berkehendak lain. Wahid tutup usia, meski tim dokter sudah berupaya semaksimal mungkin.

Ibunda Wahid, Winarni (46 tahun) mengatakan, malam sebelum meninggal anaknya mengeluh sakit di bagian perut bawah. Namun saat itu masih terlihat tidak begitu parah.

 

1 dari 5 halaman

Sempat Tertawa

Sempat Tertawa © Dream

" Wahid masih sempat ketawa-ketawa, namun memang kelihatan ada yang seperti ditahan," kata Winarni.

Wakil Direktur RSUD Kardinah Bidang Pelayanan, drg Agus Dwi Sulistyantono mengatakan, tim dokter sudah berbuat maksimal menangani Wahid. Semua langkah penanganan medis juga telah dilakukan sesuai prosedur.

 

2 dari 5 halaman

Penyebab Kematian

Penyebab Kematian © Dream

Sementara terkait penyebab meninggalnya Wahid, Agus menyatakan, indikasinya karena penyumbatan jalan napas saat tidur.

Karena itu, tak ada yang mengetahui saat almarhum meninggal. (Sah)

 

(Sumber: fajar.co.id)

 

3 dari 5 halaman

Terpaksa Disholatkan di Ambulans

Terpaksa Disholatkan di Ambulans © Dream

Dream - Beberapa waktu lalu, publik sempat dihebohkan dengan pemberitaan mengenai remaja asal Tegal penderita obesitas bernama Wahid Zaenanda (19 tahun). Tak dinyana, kini ABG penderita autis berbobot tubuh 180 kg itu telah berpulang.

Isak tangis keluarga mengiringi kepergian Wahid. Sebelum dibawa ke tempat pemakaman umum, jenazah remaja itu disholatkan oleh warga sekitar tempat tinggalnya.

Namun yang menjadi perhatian, jenazah Wahid disholatkan tanpa dibawa masuk ke dalam rumah duka, melainkan di mobil ambulans. Lantaran warga agak kesulitan memindahkan jenazah.

 

 

4 dari 5 halaman

Digotong Belasan Pelayat

Digotong Belasan Pelayat © Dream

Usai disholatkan, jenazah Wahid kemudian dibawa ke TPU Cleret di Kelurahan Randugunting Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal. Seperti saat dievakuasi ke rumah sakit, diperlukan belasan orang dewasa untuk menggotong peti jenazah Wahid.

Saat peti jenazah akan diturunkan ke liang lahat pun, warga menggunakan tali untuk memudahkan prosesi pemakamannya.

 

 

5 dari 5 halaman

Simpati Walikota

Simpati Walikota © Dream

Prosesi pemakaman dihadiri sanak saudara, keluarga, warga dan sejumlah pihak yang ikut bersimpati dengan kondisi Wahid. Termasuk Wakil Walikota Tegal, HM Nursoleh.

Terkait meninggalnya Wahid, Walkot Tegal mengatakan, kejadian ini hendaknya menjadi pelajaran bagi para orangtua. Jika mendapati anaknya dalam kondisi sakit, jangan segan untuk membawanya ke rumah sakit.

" Jangan sampai hal ini terulang di kemudian hari. Jangan sampai setelah parah, baru dibawa karena penanganannya tidak akan berjalan maksimal," katanya.

(Sumber: radartegal.com)

Beri Komentar