Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Rufino Borrego Harus Duduk Di Atas Kursi Roda Selama 43 Tahun Akibat Salah Diagnosa (metro.co.uk(
Saat berusia 13 tahun Borrego dinyatakan mengidap kelainan otot yang membuatnya lumpuh.
Dream - Seorang pria di Portugal, Rufino Borrego, terpaksa menghabiskan waktu selama 43 tahun di atas kursi roda. Dia didiagnosa mengidap kelainan distrofi otot pada kakinya.
Diagnosa itu dikeluarkan saat Borrego berusia 13 tahun. Kala itu, dokter mengklaim kelainan yang menyerang Borrego hanya dapat disembuhkan dengan terapi di rumah sakit di Lisbon.
Lantaran tidak punya cukup uang, Borrego lantas menggunakan kursi roda. Dia berada di atas kursi roda selama lebih dari empat dekade.
Semua berubah saat dia bertemu neurolog pada 2010. Pakar tersebut melihat Borrego begitu menderita lantaran mengidap kelainan otot yang disebut myasthenia.
© Dream
Hal mengejutkan kemudian terjadi. Kelainan tersebut ternyata dapat sembuh sangat mudah dengan meminum obat asma.
Setahun kemudian yaitu pada 2011, Borrego, yang kini berusia 61 tahun, akhirnya belajar berjalan. Dia lalu mengunjungi kafe favoritnya dan hanya butuh menjalani fisioterapi sebanyak dua kali.
Pemilik kafe yang kerap dikunjungi Borrego, Manuel Melao mengaku kagum. "Kami berpikir ini adalah keajaiban," kata dia.
Terkait apa yang telah dia alami selama ini, Borrego mengaku tidak dendam pada rumah sakit yang telah salah melakukan diagnosa. "Saya hanya ingin memanfaatkan hidup saya," ucap dia.
Sumber: metro.co.uk