Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Keputusan Iran untuk memblokir sejumlah aplikasi milik Mark Zuckerberg nampaknya mulai memasuki babak baru. Seorang hakim di Iran Selatan telah memerintahkan pendiri Facebook tersebut untuk hadir di pengadilan untuk menjawab keluhan sejumlah penggunanya.
Seperti diketahui jika layanan Instagram dan WhatsApp yang juga merupakan milik Zuck, dianggap melanggar privasi para pengguna di Iran. Seorang pejabat bernama Ruhollah Momem Nasab seperti dilansir laman Saudi Gazette, Rabu 28 Mei 2014, mengatakan hakim juga tengah memerintahkan dua aplikasi tersebut segera diblokir dalam waktu dekat.
Dalam update terbaru yang dirilis Instagram, pengadilan Iran menganggap ada sejumlah pelanggaran privasi yang dianggap tidak sesuai dengan ketetapan yang diberlakukan di negeri Hassan Rouhani ini.
Meski kerap dilaporkan melakukan pemblokiran terhadap sejumlah layanan sosial media, namun sejumlah petinggi negara diketahui masih dapat mengaksesnya secara normal. Sebelumnya layanan Facebook, Twitter, dan Youtube sudah secara resmi diblokir untuk pengguna sipil.
Seakan tidak sejalan dengan ketetapan pemerintah, Presiden Rouhani justru bertolak belakang dan menentang keputusan pemerintah. Rouhani justru menganggap media sosial telah menawarkan cara baru untuk menjangkau negeri barat melalui upaya negosiasi dengan kekuatan dunia atas program nuklir yang hingga kini masih diperebutkan.
Selain orang nomor satu di Iran, nama Mohammad Javad Zarif yang menduduki jabatan sebagai Menteri Luar Negeri juga merupakan salah satu pengguna Twitter aktif.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya