Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Qatar Larang Turis Berbikini (http://tundratabloids.com/)
Dream - Qatar meminta ekspatriat dan turis yang berkunjung ke negaranya berpakaian sopan. Desakan tersebut disampaikan secara luas melalui media sosial Twitter.
" Perempuan harus menghindari pakaian ketat, rok yang terlalu pendek atau transparan atau baju tanpa lengan," demikian imbauan melalui akun Twitter @reflect_respect, sebagaimana dikutip Dream dari Al Arabiya, Senin 26 Mei 2014.
Akun Twitter itu juga mengunggah gambar busana-busana yang dilarang di Qatar. Di antaranya gaun tanpa lengan, celana pendek, dan legging.
" Baik laki-laki maupun perempuan juga tidak boleh berjalan-jalan jauh dari pantai maupun kolam renang dengan menggunakan baju renang," demikian seruan lainnya.
Seruan itu mendapat tanggapan beragam dari orang-orang asing yang tinggal di Qatar. Seorang ekspatriat asal Amerika Serikat yang tidak mau disebut namanya meminta seruan kode etik berpakaian itu hendaknya hanya berlaku di tempat-tempat ibadah dan resmi.
" Ini benar-benar bisa dimengerti untuk meminta para ekspatriat mengenakan busana sopan di tempat-tempat religius dan resmi, tidak di mal, pantai, yang secara umum diketahui sebagai tempat menarik bagi ekspatriat," tutur ekspatriat asal AS itu.
Warga lokal mendukung kampanye ini. Mereka beramai-ramai membalas kampanye di Twitter itu dengan kalimat-kalimat dukungan. " Saya mendukung penuh dan menghormati orang lain yang menghormati budaya kami," demikian tulis akun @Asmaalkhatib.
Sebelumnya, Pusat Kebudayaan Islam Qatar telah meluncurkan program pendidikan berbusana untuk orang asing. " Jumlah pakaian yang tidak sederhana di tempat umum terus meningkat, khususnya mal. Perilaku orang asing itu bertentangan dengan budaya kami," tutur Humas Pusat Budaya Islam Qatar, Nasser al-Malik.
" Kami tidak ingin anak-anak kami melihat itu dan meniru gaya tersebut, dan itulah mengapa kami memulai kampanye ini," tambah Nasser.
Populasi ekspatriat di Qatar memang terus meningkat. Sampai tahun lalu, jumlah ekspatriat yang tiba di negara muslim kaya raya itu sekitar 208 ribu orang.
Jumlah ekspatriat di Qatar meningkat setelah negara itu menggelar berbagai pertunjukan internasional. Jumlah itu diprediksi akan terus meningkat, apalagi Qatar akan menggelar Piala Dunia FIFA 2022.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya