Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Uang Digital Juga Bisa Digunakan Untuk Membeli Barang. (Foto: Shutterstock)
Dream – Saat ini, banyak orang berbicara tentang cryptocurrency. Tapi, banyak yang tak paham tentang konsep dan teknologi uang digital. Tak hanya makanan ringan dan barang seni, uang virtual juga bisa digunakan untuk membeli mobil.
Misalnya, pada 2013, ada seorang warga Florida, Amerika Serikat, yang membeli satu unit mobil Tesla S dengan bitcoin. Harga mobil ini sebesar US$103 ribu atau sekitar Rp1,4 miliar dan dibeli dengan 91,4 keping bitcoin di diler Lamborghoni, Newport Beach.
Selain barang-barang itu, ada juga barang yang bisa dibeli dengan uang virtual. Bahkan, mereka rela mengeluarkan uang virtual setara US$117 ribu atau sekitar Rp1,59 miliar. Barang apaan itu? Namanya, kucing virtual.
Dilansir Oddity Central, Rabu 13 Desember 2017, kucing virtual ini bernama CryptoKitties yang diproduksi oleh Axion Zen. Pembelian kucing virtual ini menggunakan uang virtual Ethereum—mata uang virtual ini terkenal ke dua setelah bitcoin. Peminat kucing virtual ini naik 11 persen dari tahun lalu. Penjualan hewan peliharaan virtual menembus angka Rp1,59 miliar.
Pengguna membeli ethereum untuk membeli anak kucing, lalu membiakkan dan memproduksi satu yang baru. Setiap kucing yang lahir, memiliki identitas yang unik yang tak bisa disamai dengan kucing yang diternakkan pengguna lain.

Harga kucing ini berkisar US$20-US$50 ribuatau Rp271.723 sampai Rp679,4 juta. Ada juga kucing yang seharga US$4 ribu atau Rp54,34 juta, lalu dijual kembali dengan harga US$32 ribu atau sekitar Rp434,75 juta. Keesokan harinya, kucing itu dibeli dengan harga US$63 ribu atau Rp855,93 juta.
Mayoritas orang akan menganggap itu adalah cara gila untuk menghabiskan uang. Tapi, Manajer Komunikasi Aksioma Zen, Bryce Bladon, mengatakan, jual beli hewan virtual ini merupakan cara untuk mempromosikan blockchain, teknologi berbasis kripto yang mendasari dan merekam transaksi digital yang terdesentralisasi.
“ Kami ingin membuat teknologi blockchain dapat diakses oleh pengguna sehari-hari. Kami ingin mengeksplorasi aplikasi blockchain di luar cryptocurrencies,” kata Bladon.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya