Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Hmetro.com.my)
"Pria itu mencoba menyembunyikan pasangannya di bawah tempat tidur, namun tindakannya diketahui seorang petugas....."
Dream - Kolong tempat tidur atau dalam lemari merupakan tempat favorit bagi para pekerja tuna susila asing. Mereka biasa bersembunyi di dua tempat ini saat akan ditangkap petugas Departemen Imigrasi Penang Malaysia (JIPP).
Dalam penggerebekan di sebuah guest house di Jalan Stesen, Bukit Mertajam, Penang itu, delapan wanita warga Indonesia berusia 22 sampai 35 tahun lari berhamburan. Mereka mencoba menyelamatkan diri saat petugas memasuki bangunan dua lantai tersebut.
Kepala JIPP, Khawaja Banthey Navaz Mohamed Haneef, mengatakan saat penggerebekan ada seorang pelanggan pria warga Bangladesh berusia 30-an. Dia baru tiba dari Parit Buntar, Perak untuk menggunakan jasa mereka.
"Pria itu mencoba menyembunyikan pasangannya di bawah tempat tidur, namun tindakannya diketahui seorang petugas," kata Khawaja.
© Dream
Dream - "Ini operasi kedua di tempat ini yang menggunakan pekerja wanita asing. Para pekerja asusila asing ini masa tinggalnya telah habis. Bahkan ada yang memakai kartu identitas palsu untuk mengelabui petugas," kata dia melanjutkan.
Menurutnya, petugas JIPP juga menahan pemilik bangunan yang seorang lokal berusia 40-an untuk penyelidikan lebih lanjut.
© Dream
Dream - Sebanyak 18 petugas imigrasi terlibat dalam operasi yang dimulai jam 14.30 sore itu. Khawaja mengatakan penggerebekan itu dilakukan setelah mendapat informasi dari masyarakat yang khawatir wilayah mereka menjadi tempat penampungan warga asing.
"Setelah ini, kami akan sering mengadakan operasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Terutama di kalangan warga asing yang masuk ke negara ini tanpa dokumen sah," katanya.
(Ism, Sumber: hmetro.com.my)