Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog Kerja Sama Antaragama Dan Peradaban, Din Syamsuddin
Dream - Utusan Khusus Presiden Bidang Dialog Kerja Sama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin bertemu dengan Ketua Umum Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suhariyo. Pertemuan membahas kerukunan umat beragama secara keseluruhan.
Din mengatakan, sejatinya agama mengajarkan kerukunan dan kemajemukan. Di Indonesia, kata Din, ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika yang jadi modal penting untuk menghadapi tantangan berupa faktor non-agama.
" Ujian, cobaan berupa gangguan dari faktor-faktor non-agama yaitu ekonomi, politik (semoga) dapat kita atasi," kata Din, di Jakarta, Selasa, 31 Oktober 2017.
Din berharap ketegangan yang memuncak akhir-akhir ini sudah mulai mereda. Rencananya, kata Din, awal tahun depan tokoh-tokoh antarumat beragama akan menggelar pertemuan untuk membahas persoalan bangsa dari hati ke hati.
" Kemudian bisa disepakati apa komitmen bersama untuk bangsa dan negara ini," kata Din.
Sementara itu Suhariyo mengapresiasi petemuan itu. Dia berharap pertemuan itu dapat membangun gerakan dan tugas mulia yang mencakup segala bidang kehidupan manusia.
" KWI akan berusaha memberi dukungan sebaiknya untuk kerja sama yang semakin erat," ucap Suhariyo.
Din berharap dialog antarpemuka agama ini dapat terealisasi hingga ke akar rumput. Dia juga meminta tanggung jawab menjaga kerukunan ini tidak hanya berasal dari pemuka agama tapi semua anak bangsa.
" Kita menyadari ada persaolan ketegangan karena gangguan politik. Kalau bisa kami lakukan, namun juga ada peran dan tanggung jawab dari negara dan parpol untuk eliminasi daya rusak dari faktor-faktor non-agama," ucap Din. (ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya