Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
5 Makanan Olahan yang Bisa Dikonsumsi Setiap Minggu untuk Membantu Menjaga Kolesterol
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, melaporkan temuan empat kasus varian Omicron. Empat kasus ini merupakan warga DKI Jakarta yang baru pulang dari luar negeri namun diperiksa di Bekasi.
" Empat orang warga yang terpapar virus Omicron itu bukan warga Kabupaten Bekasi tetapi warga DKI Jakarta," ujar Enny, dikutip dari Merdeka.com.
Menurut Enny, keempat kasus tersebut menjalani pemeriksaan sampel di Laboratorium Farmalab, Cikarang Barat. Diduga keempatnya tertular ketika berada di luar negeri.
Enny pun meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk waspada. Salah satunya dengan memantau kedatangan dari luar negeri.
" Pemkab harus waspada terhadap warga yang baru datang dari luar negeri, apalagi warga Jabar pergerakannya dari luar negeri cukup banyak," kata dia.
Dia juga mengingatkan camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif memantau warganya. Khususnya warga yang baru pulang dari luar negeri.
Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama, justru memberikan jawaban berbeda. Dia menyatakan belum ada kasus Omicron masuk ke Indonesia, khususnya di Jabodetabek.
" Belum ada di Indonesia, Jakarta dan se-Jabodetabek belum ada," kata dia.
Ngabila mengatakan pihaknya sudah melakukan pelacakan atas dugaan masuknya varian Omicron. Hasilnya, belum ditemukan kasus penularan dari varian tersebut.
" Sampai kita lacak nggak ada itu, masih Delta itu," kata dia.
Kalaupun ada, kata Ngabila, temuan akan diumumkan oleh Pemerintah Pusat. Tak hanya itu, hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing terkait temuat varian baru itu akan disebar ke semua kepala dinas kesehatan.
" Yang umumkan pasti menteri kalau ada, tapi sejauh ini yang saya tahu tidak ada," kata dia.
Selanjutnya, seluruh dinkes akan mendapat informasi langsung dari menteri. Sebab, seluruh temuan pasti disebar dari Kementerian.
" Kami dinas kesehatan itu pasti di-CC, ditembuskan, kalau ada hasil pemeriksaan Genome Sequencing yang keluar dan ini belum keluar," kata dia.
Dia juga memastikan tidak ada warga DKI Jakarta yang terpapar Omicron. Jika ada, pihaknya pasti mengetahui.
" Saya nggak akan konfirmasi, karena kalau warga Jakarta saya pasti tahu," kata dia.
Sementara, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyatakan pihaknya sedang mendalami inforrmasi tentang temuan tersebut. Kemenkes akan memeriksa laboratorium di Kabupaten Bekasi mengenai pemeriksaan pengambilan sampel.
" Sedang konfirmasi juga ke Kabupaten Bekasi," kata dia.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?

Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram