Disebut Hina Alquran, Ahok Minta Maaf

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 10 Oktober 2016 13:02
Disebut Hina Alquran, Ahok Minta Maaf
Ahok mengatakan selama memimpin Jakarta, dia tidak pernah berniat mendiskriminasi umat Islam. Bagi dia, selama masih bisa membantu, maka dia akan membantu semua pihak.

Dream - Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meminta maaf kepada umat Islam. Dia mengatakan, tidak ada niat untuk melecehkan ayat Alquran dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 5.

" Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," ujar Ahok, dikutip dari merdeka.com, Senin, 10 Oktober 2016.

Menurut Ahok, selama memimpin Jakarta, dia tidak pernah berniat mendiskriminasi umat Islam. Selama masih bisa membantu, kata dia, maka akan membantu semua pihak.

" Saya juga bukan anti-Islam. Kalian bisa lihat, bukan saya mau riya ya, sekolah-sekolah Islam kita bantu izin berapa banyak, termasuk KJP untuk madrasah, termasuk kita bangun masjid. Kami lihat tindak tanduk saya ada enggak ingin musuhin Islam? Ada nggak melecehkan Alquran?" kata dia.

1 dari 2 halaman

Ahok: Jangan Dilanjutkan

Ahok berharap pernyataannya yang tersebar di media sosial tidak lagi dibuat ramai. Dia ingin kegaduhan yang sempat terjadi dapat kembali tenang dan warga DKI bisa menggelar pesta demokrasi secara damai.

" Saya minta maaf atas kegaduhan ini, saya pikir komentar ini jangan dilanjutkan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal, tidak ada niat apapun. Warga Kepulauan Seribu pun waktu itu tidak ada yang tersinggung, malah kami tertawa-tawa kok," ucap Ahok.

2 dari 2 halaman

Saat Ahok Sebut Al Maidah Ayat 51

Sebelumnya, Ahok sempat mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Alquran dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan itu disampaikan saat Ahok menyosialisasikan program Gubernur DKI kepada warga Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pernyataan tersebut direkam dan diunggah di akun Youtube milik Pemprov DKI. Beberapa hari kemudian, pernyataan itu menjadi viral lantaran diunggah di media sosial.

Pernyataan itu mengundang reaksi keras dari umat Islam, termasuk para ulama. Beberapa ulama bahkan sempat memberikan pernyataan agar Ahok meminta maaf.

Beri Komentar