Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Atau Ahok Usai Sidang Uji Materi Di Mahkamah Konstitusi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Dream - Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, meminta maaf kepada umat Islam. Dia mengatakan, tidak ada niat untuk melecehkan ayat Alquran dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 5.
"Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa," ujar Ahok, dikutip dari merdeka.com, Senin, 10 Oktober 2016.
Menurut Ahok, selama memimpin Jakarta, dia tidak pernah berniat mendiskriminasi umat Islam. Selama masih bisa membantu, kata dia, maka akan membantu semua pihak.
"Saya juga bukan anti-Islam. Kalian bisa lihat, bukan saya mau riya ya, sekolah-sekolah Islam kita bantu izin berapa banyak, termasuk KJP untuk madrasah, termasuk kita bangun masjid. Kami lihat tindak tanduk saya ada enggak ingin musuhin Islam? Ada nggak melecehkan Alquran?" kata dia.
© Dream
Ahok berharap pernyataannya yang tersebar di media sosial tidak lagi dibuat ramai. Dia ingin kegaduhan yang sempat terjadi dapat kembali tenang dan warga DKI bisa menggelar pesta demokrasi secara damai.
"Saya minta maaf atas kegaduhan ini, saya pikir komentar ini jangan dilanjutkan lagi. Ini tentu mengganggu keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Padahal, tidak ada niat apapun. Warga Kepulauan Seribu pun waktu itu tidak ada yang tersinggung, malah kami tertawa-tawa kok," ucap Ahok.
© Dream
Sebelumnya, Ahok sempat mengeluarkan pernyataan yang dinilai menghina Alquran dengan mengutip Surat Al Maidah ayat 51. Pernyataan itu disampaikan saat Ahok menyosialisasikan program Gubernur DKI kepada warga Kabupaten Kepulauan Seribu.
Pernyataan tersebut direkam dan diunggah di akun Youtube milik Pemprov DKI. Beberapa hari kemudian, pernyataan itu menjadi viral lantaran diunggah di media sosial.
Pernyataan itu mengundang reaksi keras dari umat Islam, termasuk para ulama. Beberapa ulama bahkan sempat memberikan pernyataan agar Ahok meminta maaf.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari