Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Kagum pada keteguhan dan kebesaran hati rakyat Palestina, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak rakyat Indonesia mengabadikan nama Palestina di Indonesia. Pengabadian nama Palestina dinilai tepat bila diterapkan di dunia pendidikan.
" Kita bisa mendirikan perguruan tinggi, namakan Universitas Palestina. Nama Palestina, sarat kesan pembangunan karakter. Ini memberi energi tersendiri bagi bangsa kita," kata Presiden ACT Ahyudin dalam keterangan tertulis, Senin 21 Juli 2014.
Ahyudin menilai, di tengah gempuran dan penjajahan Israel, rakyat Palestina masih menghasilkan diplomat ulung yang membangkitkan kesadaran umat sedunia. Anak-anaknya hafal Alquran, aktivitas pendidikan moralnya tak berhenti meski banyak sekolah maupun masjid hancur.
" Di Palestina, serangan Israel hanya menghancurkan bangunan fisik. Tapi tidak moral mereka," ungkap Ahyudin. Ini menjadikan bangsa Indonesia menemukan alasan mengapa nama Palestina layak diabadikan sebagai nama universitas.
Ahyudin menegaskan, saat Bung Karno menginspirasi dunia Islam, sejumlah jalan di ibukota-ibukata negara muslim mengabadikan nama Soekarno sebagai nama jalan. Bagi Ahyudin, tak ada salahnya Indonesia memakai nama Palestina sebagai nama institusi pendidikan.
" ACT sendiri mohon doa bisa merintis institusi pendidikan. Kalau itu dimulai, namanya Universitas Palestina," ujar Ahyudin. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya