Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Capres Nomor Satu, Prabowo Subianto
Dream - Beberapa hari jelang pengumuman hasil perhitungan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, kubu Calon Presiden (Capres) nomor satu, Prabowo Subianto, mendesak dilakukan pemilihan ulang. Kubu Prabowo beralasan banyak ditemukan kecurangan dalam pemilihan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo usai menemui Habibie di kediamannya, Jakarta, Sabtu, 19 Juli 2014. " Indikasi kecurangan yang cukup masif dan ini harus kita lakukan pemilihan ulang supaya sah," ," ujarnya.
Prabowo mengaku prihatin dengan banyaknya laporan kejanggal dan kecurangan. Laporan ini berasal dari timnya sendiri.
" Kalau tidak salah di Jakarta Bawaslu sudah setuju pemilihan ulang di 5800 TPS, karena ada keanehan kejanggalan," katanya.
Tak hanya di Jakarta, Prabowo mendesak agar pemilihan ulang juga dilakukan di daerah lain. Jika tak ada kecurangan, Prabowo mengklaim pihaknya bisa meraih kemenangan.
Penegasan serupa disampaikan Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon. Secara lebih spesifik, Fadli mengatakan pemilihan ulang setidaknya harus dilakukan di 6 kabupaten di Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan DKI Jakarta.
Namun tim sukses Prabowo, malah berpendapat lain. Habiburokhman menyatakan maksud pernyataan Prabowo adalah penghitungan suara ulang bukan Pemilu ulang. " Intinya bukan pemilu ulang, tapi penghitungan ulang," katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Jusuf Kalla, Saleh Husin menyatakan tidak perlu adanya penundaan pengumuman hasil rekapitulasi Pilpres 20014. Sesuai jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil Pilpre pada 22 Juli 2014.
" Menurut kami, tidak perlu ditunda. Saat ini kita lebih baik menunggu hasil Komisi Pemilihan Umum (KPU), ikuti mekanisme tanggal yang sudah ditetapkan," ujar Saleh di Gedung DPP Partai Hanura.
Saleh mengusulkan agar pihak-pihak yang ingin mengajukan keberatan terkait temuan kecurangan Pilpres, sebaiknya melaporkannya ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Lembaga hukum ini akan langsung membuka pendaftaran selama 3x24 jam bagi siapapun yang ingin mengajukan sengketa Pilpres.
Sebelumnya, Ketua MK Hamdan Zoelva berharap pasangan Capres yang keberatan dengan hasil Pemilu agar menempus jalur kosntritusional.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya