Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan, Lapangan Monas boleh digunakan untuk kegiatan keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad. Selama ini, Monas ditutup karena sedang dalam proses perbaikan.
" Saya suka ditanya, Maulid kok enggak boleh di Monas? Monas lagi diperbaiki, lagi dipasang lampu biar terang, air mancur lagi dibetulkan, jadi Maulid bisa di sana," kata Djarot.
Menurut dia, Monas bisa dipakai sebagai tempat acara keagamaan. Namun, hanya sekali untuk acara berskala nasional.
" Jadi kita punya satu kegiatan keagamaan yang terus-menerus untuk menancapkan Tauhid kita semua dan memperbaiki akhlak kita semua," tambah Djarot.
Islam Rahmatan Lil 'Alamin
Islam, tambah Djarot, mengajarkan kasih sayang dan menganjurkan membangun persaudaraan. Dia berharap umat Islam dapat saling menghormati pilihan masing-masing dalam Pilkada ini.
" Mari kita sama-sama menerapkan Islam yang rahmatan lil 'alamin," kata dia.
Menurut mantan Walikota Blitar itu, Islam mengajarkan umatnya untuk mengayomi dan melindungi sesama, tanpa menebar kebencian. Islam bersifat mengajak, bukan mengejek. " Islam yang merangkul umat, bukan memukul. Menciptakan kedamaian."
Oleh karena itu, dalam masa Pilkada saat ini, dia berpesan kepada semua warga agar saling menghormati, meski pilihan mereka berbeda. " Tanpa mengolok dan mengejek satu sama lain," ucap Djarot.
Jakarta Pusat Islam
Djarot juga bersyukur atas dijadikannya makam Mbah Priok di Jakarta Utara sebagai cagar budaya oleh Pemprov DKI. Dia berharap makam itu menjadi salah satu destinasi wisata religi di Ibukota.
" Alhamdulillah, Pelindo II bersedia melepaskan dan menerbitkan surat ke yayasan supaya bisa lestari makam dan masjidnya yang indah," kata dia.
Menurut Djarot, desain masjid itu sudah selesai. Dalam waktu dekat akan dilakukan peletakan batu pertama. " Mungkin berbarengan dengan Masjid Raya di Jakarta Barat yang sudah disampaikan, Masjid Raya Hasyim Ashari yang diresmikan Pak Jokowi," ujar Djarot.
Dengan demikian, tambah dia, Jakarta kini punya pusat kegiatan umat Islam di tiga penjuru angin, yaitu utara, barat, dan pusat. Ke depan, dia akan menggagas pembangunan pusat umat Islam di timur dan selatan.
" Lengkaplah, Jakarta Utara punya Jakarta Islamic Center, Jakarta Barat punya Masjid Raya Hasyim Asy'ari, Jakarta Pusat punya Masjid Istiqlal," tutur dia.
" Tinggal selatan dan timur. Pulau Seribu ada yang besar. Jakarta Selatan ada usul Masjid Ahmad Dahlan. Satu lagi pendekar Islam luar biasa, itu di Jakarta Timur, saya usulkan Haji Omar Said Cokroaminoto," tambah Djarot.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya