AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Presiden Joko Widodo (Youtube/Sekretariat Presiden)
Dream - Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi begitu tinggi pada pengabdian, perjuangan dan pengorbanan para dokter. Terutama selama penanganan Covid-19.
Jokowi mengatakan di tengah pandemi Covid-19, masyarakat menyaksikan secara langsung bagaimana para dokter dengan tangguh berjuang mengatasi pandemi Covid-19. Mereka rela mengorbankan waktu dan tenaga demi menyelamatkan nyawa sesama.
Jokowi juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para dokter yang meninggal akibat Covid-19. Dia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan
" Kita berdoa agar amal ibadahnya, pengabdiannya diterima oleh Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa," ujar Jokowi dalam video yang diunggah pada channel YouTube Sekretariat Presiden.
Jokowi mengatakan para dokter telah menunjukkan keteladanan luar biasa di tengah pandemi Covid-19. Juga menjadi bagi semua anak bangsa.
" Keteladanan yang ditunjukkan para dokter di masa pandemi ini telah menginspirasi jutaan anak bangsa untuk saling menolong, saling peduli, bersatu-padu meringankan beban sesama, bersinergi mengatasi pandemi, dan berjuang bersama untuk pulih dan bangkit," kata Jokowi.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Masa libur panjang kerap dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata. Hal ini menjadi kekhawatiran pemerintah lantaran adanya potensi kenaikan kasus Covid-19 pasca liburan.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Reisa Brotoasmoro menyayangkan jika hal itu terjadi. Dia pun membagikan tips menikmati liburan dengan aman meski di luar rumah.
Reisa mengatakan staycation bisa jadi pilihan tepat mengisi libur panjang di masa pendemi Covid-19. Staycation atau liburan di rumah saja merupakan aktivitas yang aman dan dapat membuat masyarakat mengendalikan lingkungannya.
" Rumah dibersihkan dan didisinfeksi secara rutin. Pastikan peredaran udara segar dan lancar dengan membuka ventilasi atau jendela, biarkan sinar matahari masuk," ujar Reisa.
Reisa mengatakan staycation tidak kalah seru dengan aktivitas liburan di luar rumah. Selain itu, sudah banyak penyedia jasa wisata yang menawarkan tur secara virtual ke tempat-tempat wisata.
Bisa juga memanfaatkan internet untuk menonton konser musik atau film. Atau bermain permainan seru bersama keluarga.
" Nah, untuk olahraga, kami sudah pernah menyampaikan pedoman dari Kementerian Pemuda dan Olahraga opsi melakukan olahraga di rumah sebagai opsi terbaik. Yoga misalnya, senam atau mempraktekkan tips stretching dan angkat beban," kata Reisa.
Untuk masyarakat yang sudah memutuskan bepergian, disarankan memilih moda transportasi yang menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seperti menggunakan pesawat atau kereta api.
" Bagi yang memakai transportasi umum, pastikan jadwalnya sudah dipilih dari jauh hari. Agar dapat menjauhi kerumunan atau bahkan antrian panjang. Dalam perjalanan wajib memakai masker, hindari makan atau minum, hindari mengobrol panjang di bus atau kereta," kata dia.
Untuk masyarakat yang menginap, dianjurkan memilih hotel atau akomodasi yang patuh dan disiplin menerapkan sanitasi dan protokol kesehatan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sudah meminta destinasi wisata untuk menerapkan prinsip CHSE.
" Yaitu Cleanlines, Health, Safety and Environment sustainability. Atau bersih, sehat dan aman terutama dari ancaman COVID-19 dan jangan lupa tetap ramah lingkungan," jelas Reisa.
Sedangkan masyarakat tetap bekerja di luar rumah selama masa libur panjang, tetap ikuti protokol kesehatan atau arahan Satgas Covid-19 tingkat perusahaan. Karyawan yang harus ke luar kota diharuskan melapor.
" Ingat, berlibur itu baik untuk kesehatan psikologis kita. Tetapi, tidak mengurangi tanggung jawab kita melindungi diri dan orang lain dari resiko Covid-19," ucap Reisa, dikutip dari Covid19.go.id.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli