Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dokter Efriadi Dan Dokter Doni (Foto: YouTube BNPB Indonesia)
Dream - Berbulan-bulan sudah para tenaga kesehatan bekerja menangani pasien Covid-19, termasuk tim medis yang bertugas di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Mereka tetap merawat para pasien Covid-19 yang terus datang sejak rumah sakit darurat itu dibuka beberapa bulan silam tersebut.
Beberapa di antara tenaga medis itu adalah Efriadi, dokter spesialis paru. Dia mengaku sudah tujuh bulan bertugas. " Saya bekerja di sini sejak bulan April, artinya sudah tujuh bulan kita bertugas di sini," kata Efriadi di Jakarta, Minggu 15 November 2020.
Selama bertugas di RSD Wisma Atlet, banyak suka dan duka yang dilalui Efriadi dan teman-temannya. Mereka memang harus tinggal jauh dari keluarga. " Saya sudah berbulan-bulan tidak bertemu keluarga saya di Sumatera sana," tambah dia.
Menurut Efriadi, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia sempat menurun. Namun, kembali meningkat setelah libur panjang akhir Oktober silam. Kondisi itu, kata dia, sangat menyulitkan para tenaga kesehatan. Mereka berharap, saat tenaga kesehatan bekerja, masyarakat menerapkan protokol kesehatan sehingga bisa menekan penularan.
" Itu saja sebenarnya yang kami minta, jangan sampai kita demi mengikuti acara-acara yang tidak penting, kita mengikuti banyak kerumunan, itu suatu yang bisa meningkatkan angka penularan bagi kita," tutur dia.
Efriadi mengimbau masyarakat menghindari kerumunan yang memperbesar peluang penularan Covid-19. Dia meminta masyarakat menghindari kegiatan berkumpul yang tidak penting, selain itu juga tetap menerapkan protokol 3M: mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
" Kami juga nakes ini semua punya keluarga dan kami ingin bisa kembali beraktivitas dengan keluarga kami masing-masing sehingga kita selamat dari pandemi ini," kata dia.
" Mohon sekali lagi tetap jalankan protokol 3M secara ketat juga ingatkan kepada saudara-saudara kita yang lain jangan sampai kita mengikuti kegiatan-kegiatan yang tidak penting, berkerumun ataupun menimbulkan keramaian massa di luar sana," tutur Efriadi.
Dokter lain, Doni, mengatakan bahwa tenaga kesehatan merupakan garda terakhir. Sementara, masyarakatlah yang menjadi garda terdepan dalam mencegah penyebaran Covid-19. " Jadi patuhi protokol kesehatan, patuhi 3M itu yang terpenting," pesan dia.
Dia meminta masyarakat tidak menyia-nyiakan pengorbanan tenaga kesehatan yang terus bekerja merawat pasien Covid-19 dengan tetap mengadakan acara-acara yang menimbulkan kerumunan.
" Jangan sia-siakan pengorbanan kami, tenaga kesehatan di sini, dengan sperti yang dibilang tadi, tidak menjauhi kerumunan atau mengadakan acara-acara yang tidak perlu. Itu sangat menyusahkan bagi kami semua di sini," tutur Doni.
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya