Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Dubes Saudi: Ada yang Ingin Hancurkan Hubungan Saya dengan NU

Reporter : Maulana Kautsar
Rabu, 12 Desember 2018 18:20
Dubes Saudi: Ada yang Ingin Hancurkan Hubungan Saya dengan NU
Insya Allah pekan depan akan menyelesaikan semuanya, kata Osamah.

Dream - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad al-Suaibi, merasa ada pihak yang ingin merusak hubungan baiknya dengan Nahdlatul Ulama. Dia mengaku sangat menghargai organisasi Islam di Indonsia.

Osamah menyampaikan pesan itu kepada putri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, saat menghadiri Forum for Promoting Peace in Moslem Societies. Rekaman suara itu diunggah ke Facebook oleh Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) China, Imron Rosyadi Hamid. 

" Saya cinta indonesia rakyat indonesia. Saya menghargai NU dan Muhammadiyah dan semua organisasi Islam," kata Osamah, melalui rekaman suara, diakses 12 Desember 2018.

Pesan itu disampaikan Osama terkait kicauannya di Twitter. Beberapa waktu lalu, Osamah mengunggah foto-foto reuni 212 di Monas. Pada keterangan foto itu, dia menyebut aksi itu dipicu pembakaran bendera berlafas kalimat Tauhid. Osamah bahkan menuding pembakaran dilakukan oleh organisasi menyimpang.

Cuitan itu membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengeluarkan pernyataan keras. Mereka mengecam keras Osamah dengan menudingnya telah mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia.

Memang, pembakaran bendera itu dilakukan oleh oknum Banser, yang sudah diproses secara hukum. Pembakaran itu dilakukan karena bendera itu dianggap milik Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang dinyatakan terlarang. NU juga menyesalkan pembakaran itu.

Namun Osamah merasa ada pihak yang berusaha menghancurkan hubungannya dengan Nahdlatul Ulama. " Seseorang mencoba menghancurkan hubungan baik antara saya dengan Nahdlatul Ulama, antara saya dengan rakyat Indonesia, sampaikan salam hangat saya. Insya Allah saya akan kembali pekan depan untuk menyelesaikan semuanya," ucap Osamah.

 

1 dari 2 halaman

PBNU Protes Cuitan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia

Dream - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprotes cuitan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad Al-Suaib. PBNU menyebut, Osamah telah menyebarkan informasi keliru dan menyesatkan melalui akun Twitter pribadinya, @Os_alshuibi.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, menyebut, Osamah telah menyebar fitnah mengenai pelaku pembakaran bendera dengan sebutan jamaah almunharifah, atau organisasi yang sesat atau menyimpang. Padahal, oknum pembakar bendera telah menerima sanksi.

" Bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut," ujar Said, dalam keterangan tertulisnya, Senin 3 Desember 2018.

Said mengatakan, PBNU mendesak pemerintah RI untuk menyampaikan nota ke pemerintah Arab Saudi. Dia meminta Osamah ditarik ke Saudi karena tindakannya yang gegabah dan mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia.

" Dalam pandangan kami Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia," kata dia.

Sekjen PBNU, Helmi Faisal Zaini, mengatakan, telah menghubungi Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. " Pihak Menlu sudah memanggil langsung Osamah," ujar Helmy, dikutip dari NU Online.

Cuitan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suaibi

Dalam cuitan yang sudah dihapus itu, Osamah menyebut aksi Reuni Alumni 212 sebagai bentuk protes terhadap pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh salah satu ormas menyimpang, sekitar sebulan yang lalu.

Osamah juga menyebut acara itu dihadiri Gubernur DKI, Anies Baswedan, capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, dan Wakil Ketua DPR, Fadli Zon. " Peserta acara ini meluber sekitar Monas," tulis Osamah.

2 dari 2 halaman

GP Anshor Tunggu Pernyataan Dubes Saudi

Dream - Ketua Gerakan Pemuda (GP) Anshor, Yaqut Cholil Qoumas, menunggu pernyataan resmi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osamah Muhammad al-Shuaibi. Pernyataan itu dia sampaikan pasca respons cepat Kementerian Luar Negeri yang sudah berkomunikasi dengan Osamah.

" Angkat kopyah atas respon cepat @Menlu_RI Namun tetap kita tunggu respon @Os_alshuibi," tulis Yaqut di Twitter, Selasa 4 Desember 2018.

Sebelumnya, Yaqut mendesak Osamah meminta maaf atas cuitannya mengenai Aksi Reuni Alumni 212. Dia juga menghendaki, Arab Saudi menarik pulang Osama karena terlampau jauh mengurusi politik dalam negeri Indonesia.

" Mas @Os_alshuibi hati2 kalau bersikap yaa. Ini negeri beradab. Anda offside terlalu jauh. Urusan negeri kami, sampean nggak perlu lah ikut-ikut. Apalagi ber-statemen dengan kebencian semacam itu. Sekarang, kami tunggu permintaan maafmu. Oke yaa?" kata dia.

Protes atas cuitan Osamah semakin bergaung di Twitter. Para pengguna Twitter saat ini menggunakan tagar #pulangkanOsamahSuaibi. Tagar tersebut beradu dengan tagar #kamibersamaOsamahalShuibi.

Osamah dalam cuitan terakhirnya tampak sedang di Arab Saudi. Kedubes Arab Saudi untuk Indonesia juga belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai cuitan Osamah yang menyebut 'jamaah almunharifah', atau organisasi yang sesat dalam kasus pembakaran bendera berlafaz Tauhid di Garut beberapa waktu lali.

Beri Komentar