5 Fakta Pembakaran Polsek Ciracas, Karena Kepala Kesenggol Motor

Reporter : Sugiono
Rabu, 12 Desember 2018 15:52
5 Fakta Pembakaran Polsek Ciracas, Karena Kepala Kesenggol Motor
Sejumlah fakta pembakaran Polsek Ciracas pun mulai terungkap secara perlahan. Dimulai dari pembakaran Polsek Ciracas yang dipicu oleh kepala kesenggol motor.

Dream - Sekelompok massa berjumlah sekitar 200 orang mengamuk dan melakukan pembakaran Polsek Ciracas, Jakarta Timur, pada hari Rabu, dini hari kemarin (11 Desember 2018).

Pembakaran tersebut menghancurkan sarana dan prasarana Polsek Ciracas, termasuk beberapa kendaraan operasional yang diparkir di halaman gedung yang terletak di Jl. Raya Bogor KM 21 itu.

Dikutip dari Liputan6.com, pembakaran Polsek Ciracas diduga dipicu ketidakpuasan sekelompok orang atas penanganan pengeroyokan anggota TNI di kawasan Cibubur.

" Polisi militer TNI dan Polda Metro tengah mengusut kasus pembakaran Polsek Ciracas, termasuk apakah ada keterlibatan oknum TNI," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi, Rabu, 12 Desember 2018.

Pagi harinya kondisi dan situasi berangsur kondusif pascainsiden pembakaran Polsek Ciracas. Sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan Polsek Ciracas.

Sejumlah fakta pembakaran Polsek Ciracas pun mulai terungkap secara perlahan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini fakta pembakaran Polsek Ciracas oleh sekelompok massa pada dini hari tadi.

5 Fakta Pembakaran Polsek Ciracas, Karena Kepala Kesenggol Motor

1. Berawal dari Kepala Anggota TNI Kesenggol Motor

Pembakaran Polsek Ciracas diduga dipicu oleh pengeroyokan anggota TNI bernama Komarudin (47) pada hari Senin, 10 Desember 2018. Pengeroyokan itu sendiri disebabkan karena kepala Komarudin kesenggol motor yang digeser tukang parkir.

Saat itu Komarudin mau makan bersama anaknya di warung dekat toko Arundina, Ciracas, Jakarta Timur.

Ketika hendak parkir, anaknya memberitahu jika knalpot motornya berasap. Saat Komarudin memeriksa knalpot, seorang tukang parkir menggeser motornya hingga mengenai kepala anggota TNI Angkatan Laut (AL) itu.

Komarudin pun menegur tukang parkir tersebut, tapi malah terjadi adu mulut. Tak terima rekannya ditegur, sesama tukang parkir lainnya membela hingga terjadi pengeroyokan terhadap Komarudin. Dalam insiden tersebut, ada tujuh sampai sembilan orang yang melakukan pengeroyokan.

Seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) yang melintas bernama Pratu Rivonanda dari Kesatuan Dronkavser Paspampres menghentikan kendaraannya dan melerai perkelahian. Namun, dia malah ikut jadi korban pengeroyokan.

 

1 dari 2 halaman

2. Anggota TNI Cari Para Pelaku Pengeroyokan

Kedua anggota TNI itu kemudian mundur menuju Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur. Tak lama kemudian, mereka kembali dan mencari para pelaku pengeroyokan hingga ke permukiman warga Lapangan Tembak. Satu pelaku bernama Agus Priyantara ditemukan dan langsung dibawa ke Polsek Ciracas.

" Selasa tanggal 11 Desember 2018 pukul 02.00 WIB dilaksanakan musyawarah penyelesaian permasalahan secara damai antara pihak pelaku dan keluarga dengan para korban yang dimediasi oleh Kapolsek Ciracas," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Tony Surya Putra.

3. Pembakaran Polsek Ciracas

Satu hari pascakejadian, massa yang berjumlah ratusan mendatangi Polsek Ciracas guna memastikan proses penyelidikan terhadap sang juru parkir.

Mereka minta bertemu Kapolsek Ciracas untuk menanyakan perkembangan soal penanganan pengeroyokan tersebut. Tak lama, mereka kemudian meninggalkan lokasi.

Pada pukul 22.10, massa kembali mendatangi Polsek Ciracas. Mereka berkumpul di depan kantor polisi untuk melaksanakan konsolidasi.

Namun tiba-tiba situasi mulai memanas. Massa merusak dan melakukan pembakaran Polsek Ciracas. Ada 17 kendaraan yang ikut jadi korban pembakaran Polsek Ciracas, termasuk mobil operasional kepolisian. Tujuh narapidana yang diduga melakukan pengeroyokan TNI dipindahkan ke Rutan Polda Metro.

 

2 dari 2 halaman

4. Pelaku Pembakaran Polsek Ciracas Diduga Oknum TNI

Apakah pembakaran Polsek Ciracas tersebut ada keterlibatan anggota TNI AD? Penyelidikan kini tengah dilakukan Pom TNI AD dan Polda Metro Jaya.

" Pom TNI AD dan Polda Metro tengah mengusut kasus pembakaran Polsek Ciracas, apakah ada keterlibatan oknum TNI AD," kata Kapendam Jaya, Kolonel Inf Kristomei Sianturi ketika dikonfirmasi di Jakarta.

Penyelidikan juga akan dilakukan pihak TNI AL atas dugaan arogansi personelnya yang berujung pada pengeroyokan sejumlah petugas parkir di Ciracas.

Sebab, dalam video yang beredar, warga yang terlibat perkelahian menuding personel TNI AL itu melakukan tindak kekerasan terlebih dulu.

" Ini juga kita dalami dulu," jelas Kepala Dinas Penerangan Angkatan, Laut Kolonel Laut (P) M Zaenal Zaenal.

5. Pelayanan Polsek Ciracas Lumpuh

Pelayanan menjadi lumpuh total usai terjadi insiden pembakaran Polsek Ciracas oleh massa pada Rabu, dini hari kemarin. Sebab, sejumlah sarana dan prasarana di kantor polisi itu rusak parah.

Salah satu petugas di Polsek Ciracas mengatakan, bagi warga yang ingin mengurus surat-surat seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atau surat kehilangan, bisa datang ke Polres Metro Jakarta Timur.

" Jika mau urus surat-surat mending langsung ke polres saja," kata petugas tersebut.

(Sumber: Liputan6.com)

Beri Komentar
Rumah Emas Selamat dari Tsunami, Ini Amalan Sang Pemilik