5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
(Masjid Di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Dream - Masjid di Bern, ibukota Swiss punya keunikan tersendiri. Ya, masjid itu berada dalam satu gedung dengan tempat ibadah untuk agama lainnya, seperti Kristen, Hindu dan Budha.
Gedung itu bernama 'House of Religion'. Ide rumah ibadah bersama ini berawal dari keinginan warga Bern mewadahi kehidupan multikultural dan multietnik pada 2001 silam. Dengan begitu dapat memperkuat rasa saling menghormati dan damai satu sama lain dari pemeluk agama.
Berdiri di lahan 25.800 meter persegi, desain gedung dibuat futuristik dan modern. Jadi tidak terlihat menonjolkan identitas satu dari tempat ibadah yang ada.
Gedung 'Ruang Antar Agama' ini merupakan rancangan kolaborasi dua arsitek, Bauart Architects and Planners Ltd (Bern) dan Urbanoffice (Amsterdam).
Bangunan ini tidak hanya mengakomodasi ruang-ruang religius, tapi juga banyak fungsi lain; ruang komersial dan kerja, ada juga restoran.

Dari luar, mungkin kita menyangka itu adalah gedung pameran. Karena tampilan depannya menggunakan bahan material kaca. Pengerjaan bangunan itu berlangsung selama 2 tahun, dari 2012 hingga selesai 2014.
Penasaran seperti apa masjid dalam gedung yang lokasi di kawasan Europaplatz 1, Bern, Swiss?
Jurnalis Dream Cynthia Amanda Male yang datang mengujungi Masjid Bern dalam rangkaian acara 'Europe trip with Wardah Skin Innovation', membagikan foto-fotonya biar kalian tidak penasaran. Yuk tengok!
© Dream
Melihat ke dalam masjid, terdapat gambar mozaik kaligrafi di sekeliling dinding berkelir putih. Satu lampu kristal dengan bentuk sarang tawon menggantung di tengah-tengah ruangan masjid. Lantai dilapisi karpet.

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Seperti di tempat lain, masjid ini juga memiliki mimbar dan ruang tempat imam. Desain mimbar dibuat unik karena menggunakan kubah kecil di atasnya. Ruang imam itu diampit dua jam berukuran besar. Di dindingnya terdapat waktu petunjuk sholat.

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Sebelum menunaikan sholat di Masjid Bern, kami menyempatkan untuk mengambil air wudhu di sebuah ruang khusu. Areal berwudhu ini memiliki pancuran dan tempat duduk untuk memudahkan setiap jemaah kala air wudhu.
Kamu yang pernah datang ke Masjid Istiqlal, Jakarta mungkin bisa membayangkan desainnya.

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Jemaah juga tak perlu khawatir dengan alas kakinya. Pengelola masjid telah menyediakan sebuah rak besar di ruang penyimpanan sepatu dan sandal.

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Meski ukurannya tidak besar. Masjid ini terasa sangat nyaman dan lapang. Kondisi ini membuat jemaah yang menunaikan ibadah bisa lebih rileks dan insyaallah khusuk dalam sholat.

(Masjid di Bern, Swiss/Cynthia Amanda Male)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?