7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Aktor Sekaligus Komedian Inggris, Russell Brand
Dream - Aktor, komedian, sekaligus penulis Inggris Russell Brand yang pernah menyampaikan petisi boikot Israel dilaporkan tengah dalam bahaya. Sebuah ancaman mati diperoleh Russel yang mendapat label negatif anti-Yahudi.
Sebagai informasi, Russell pernah mengirimkan petisi untuk memboikot perusahaan-perusahaan yang memperoleh keuntungan dari konflik Gaza, Palestina.
Boikot utamanya ditunjukan kepada perusahaan-perusahaan yang memfasilitas kekerasan terhadap penduduk Gaza.
Mengutip laman Alarabiya.net, Minggu, 24 Agustus 2014, ancaman mati tersebut disampaikan Russell dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk Huffington Post.
Imbauan boikot yang digaungkan Russell sayangnya membuat bingung para pengguna media sosial. Para netizen bingung membedakan boikot kepada perusahaan dengan boikot untuk Israel.
Dalam sebuah tweetnya, Rabbi Shmuley Boteach menuding Russel sebagai pembenci Israel dan menggambarkan ajakan itu sebagai bentuk boikot Israel.
" Tak ada satupun boikot terhadap negara yang disetujui. Namun petisi melawan pebisnis yang mendapatkan untung dari horor Haza dibuat dan kini telah ditandatangani 1,7 juta orang," ujar Russell.
Dalam artikelnya berjudul I Oppose Anti-Semitsm atau Saya Menentang Anti-Yahudi, Russel menceritakan kisah makan malam yang dihadirinya pada 1992. Di bawah pengaruh obat, Russell merasa dirinya ikut bertanggung jawab terhadap aksi pembantaian.
Dalam pembelaannya, Russell mengajak pembaca untuk melakukan aksi boikot terhadap perusahaan yang memperoleh untung dari aksi militer sejak 8 Juli di Gaza.
Perusahaan seperti Barclyas Bank yang mengelola rekening pembuat drone El Bit, perusahaan pengelola dana pensiun ABP, perusahaan pengamanan G4S, Catterpilar merupakan perusahaan-perusahaan yang dituding Russell menikmati untung dari konflik Gaza.
Dijelaskan Russell, anti Yahudi yang digaungkannya adalah perlawanan kepada perusahaan-perusahaan yang membuat untung dari aksi kekerasan terhadap rakyat Palestina.
Aksi boikot pada perusahaan ini dianggap salah satu cara yang langsung bisa dilakukan masyarakat di tengah dominasi perusahaan besar dan negara besar yang tak bisa melakukan apapun terhadap konflik Gaza.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?