Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
IM Irene Kharisma Sukandar (2384) (kiri) Mengalahkan WGM Nguyen Thi Thanh An (2264, Vietnam)
Dream - Empat dari enam pecatur Indonesia yang berlaga di ajang ACC Fide Zone 3.3, Mongolia, berhasil meraih kemenangan. Kemenangan itu memperbaiki posisi pecatur Indonesia baik pecatur putra ataupun putri.
" Hari keempat menjadi hari yang cerah untuk Indonesia, karena kemenangan empat pecatur Indonesia yang mampu memperbaiki peringkat masing-masing pecatur," kata Chief de Mission Tim Catur Indonesia ACC Fide Zone 3.3 R. Artsanti Alif, yang juga menjabat sebagai kepala investasi sosial Japfa dalam keterangan tertulis Kamis 12 April 2019.
IM Irene Kharisma Sukandar (2384) mengalahkan WGM Nguyen Thi Thanh An (2264, Vietnam), lalu WGM Medina Warda Aulia (2362) menaklukkan CM Tumurbaatar Nomindalai (1958, Mongolia), WIM Chelsie Monica Sihite (2227) menundukkan Erdenebayar Margadgua (1585, Mongolia), dan IM Novendra Priasmoro (2479) mengandaskan CM Battulga Tenuunbold (1692, Mongolia).
Artsanti menambahkan, GM Susanto Megaranto (2523) ditahan remis GM Bayarsaikhan Gundavaa (2481, Mongolia). Satu-satunya pecatur nasional yang kalah adalah Surya Wahyudi (2197) oleh IM John Marvin Miciano (2339, Filipina).
“ Kemenangan Irene dan Medina membuat keduanya naik di urutan ketiga dan keempat, sedangkan Susanto dapat bertahan sementara di rangking ketiga,” tutur Artsanti.
Vice Chairman of the State Great Hural of Mongolia Sanjmyatav Yadamsuren mengapresiasi Japfa yang telah mengirimkan pecatur Indonesia ke ACC Fide Zone 3.3. Mereka bisa menjadi lawan tangguh sebagai latih tanding pecatur-pecatur Mongolia.

Kristianus Liem, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Catur Seluruh Indonesia, mengatakan, terjadi perang saudara antara Irene dan Medina yang sangat menarik. Adapun Chelsie jika tidak meremehkan lawannya, seharusnya bisa menang.
Sementara itu, Megaranto akan melawan posisi penguasa klasemen sementara. Dia berharap pecatur ini bisa terus melaju ke atas.
Kris menegaskan, kunci kemenangan adalah tidak meremehkan lawan dan fokus. Novendra dan Surya, menutur dia, memiliki potensi menang di babak kelima ini asalkan memenuhi dua prasyarat itu.
“ Perjalanan kompetisi hampir sampai separuh jalan. Namun, menang kalah tetap tidak bisa diprediksi. Perjuangan masih cukup panjang hingga ronde kesembilan,” kata Kris.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya