Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Foto: Puskesmas Banyuwangi Jemput Pasien (Sumber: Merdeka.com)
Dream - Peduli dengan orang-orang yang memiliki gangguan jiwa, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meluncurkan fasilitas terapi Poli Kembali Kehat (Poli Kembali Sehat) di Puskesmas Gitik, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, beberapa waktu lalu.
Puskesmas ini menyelenggarakan terapi kerja bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Anas mengatakan, pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) membutuhkan penanganan yang komprehensif. Sebab, selain pertolongan secara medis, pasien tersebut juga menghadapi tantangan sosial di masyarakat yang harus dihadapi.
"Justru dampak sosialnya cukup serius seperti penolakan, pengucilan dan diskriminasi dari masyarakat," kata Anas.
"Maka diperlukan langkah selanjutnya bagi mereka setelah menjalani serangkaian pengobatan agar mereka bisa minimal mandiri dan diterima di tengah masyarakat lagi. Salah satunya adalah membekali keterampilan, sekaligus ini untuk terapi kesembuhan," tambahnya.
Saat ini ada 14 ODGJ yang telah dilatih keterampilan di Poli Kesat. Mereka dilatih kerajinan tangan seperti membuat miniatur kapal layar, lampu, gantungan kunci, hingga tas belanja.

Foto: Instagram Azwar Anas
Salah seorang ODGJ yang mengikuti pelatihan adalah Kholidah (45). Perempuan paruh baya ini sebelumnya pernah menjadi pasien di RS jiwa Licin, Banyuwangi pada 2015 silam.
Kholidah nampak sedang membuat kerajinan tas bersama-rekan-rekannya.
"Saya senang ikut latihan di sini, bisa ketemu teman-teman. Bisa bikin keterampilan, juga buat isi kesibukan," kata Kholidah.
Selain dilatih, lanjut Anas, Dinas Kesehatan Banyuwangi juga membuat program keluarga asuh buat mereka. Yakni mencari keluarga yang mau menerima ODGJ yang sudah pulih untuk bisa menjadi bagian dari keluarga tersebut.
Tentu, program ini khusus buat ODGJ yang tidak mempunyai keluarga.
"Program Usaha Asuh, di mana pengusaha di sekitar wilayah puskesmas diajak bekerjasama untuk menampung ODGJ yang sudah pulih untuk bisa bekerja di tempat mereka. Misalnya saja di tempat usaha penggilingan beras dan yang lainnya," jelas Anas.
Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso. Dia mengatakan, Poli Kesat merupakan sebuah inovasi yang sangat bermanfaat bagi ODGJ.
Terapi kerja yang diberikan di fasilitas ini merupakan sebuah inovasi yang bermanfaat bagi mereka.
"Hari ini bertepatan dengan hari kesehatan dunia di mana temanya adalah masalah kejiwaan. Saya melihat penanganan kejiwaan di Banyuwangi sangat sukses, sangat inovatif. Inovasi ini akan menjadi terapi lanjutan bagi ODGJ selain pengobatan medis," kata Kohar.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Wijilestariono menambahkan bahwa program ini telah menjangkau sejumlah puskesmas di sekitar Puskesmas Gitik.
"Poli ini menjangkau beberapa puskesmas seperti Puskesmas Kabat, Puskesmas Badean, dan Puskesmas Gladak. Poli ini terutama untuk menangani ODGJ yang dulunya di pasung oleh keluarganya," kata dr Rio, sapaan akrabnya.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

16 Tim Futsal Pelajar Siap Berlaga di Grand Final AXIS Nation Cup 2026, Ini Daftarnya