Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bupati Abdullah Azwar Anas Dan Siswa Satgas Paman Tak Resah (Foto: Merdeka.com)
Dream - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kerap memunculkan ide kreatif dalam menjalankan program-programnya. Beberapa nama program yang dijalankan di masa kepemimpinan Anas pun terdengar unik.
Sebut saja program Stop Angka Kematian Ibu dan Anak atau Sakina dan program pemberian akte bernama Lahir Procot Pulang Bawa Akte.
Selain itu, Anas juga meluncurkan program untuk menjaga tingkat kebersihan makanan dan jajanan siswa sekolah. Program yang dibentuk dalam satuan tugas itu bernama Paman Tak Resah atau kependekan dari Pemeriksaan Makanan Jajanan Tak Beracun, Enak, Sehat, Aman, dan Higienis.
Menurut laporan Merdeka, nantinya Satgas Paman Tak Resah akan memastikan makanan yang dijual di lingkungan sekolah tidak mengandung zat berbahaya.Satgas Paman Tak Resah dibentuk di seluruh sekolah se-Banyuwangi. Anggotanya terdiri atas kepala sekolah dan guru, komite sekolah, tenaga kesehatan Puskesmas, dan perwakilan siswa.
Upaya ini disebabkan banyaknya makanan tak sehat yang dapat dikonsumsi anak-anak. Makanan sehari-hari sangat berpengaruh pada kesehatan khususnya pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
"Bila anak-anak mengonsumsi jajanan tidak sehat yang mengandung bahan kimia yang berbahaya, ini tidak hanya bahaya bagi kesehatan fisik anak, namun juga akan mengancam tumbuh kembang otaknya," kata Bupati Anas beberapa waktu lalu.
Menurut Anas, selama ini dia kerap melihat sekolah tidak mengontrol bahan-bahan makanan yang dipakai penjual. "Untuk itu kami luncurkan satgas Paman Tak Resah. Tugas satgas akan memeriksa kandungan semua makanan yang dijual di dalam maupun luar sekolah," ucap dia.
"Saat ini tim sudah jalan. Misalnya, beberapa waktu lalu di Genteng Kulon, para penjual makanan yang biasa ada di sekitar sekolah sudah dikumpulkan oleh Puskesmas, dan langsung diberi materi oleh dokter setempat. Jadi ini tidak mematikan para penjual jajanan dengan melarang mereka berjualan, tapi kita mengedukasi agar menyajikan makanan yang sehat bagi anak-anak kita semua. Alhamdulillah respons mereka bagus. Saya yakin, justru dengan meningkatkan higienitas, justru jualan mereka tambah laris," kata bupati berusia 43 tahun itu.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari